Amati Benda Langit, NASA New Horizons Kolaborasi dengan Subaru Telescope

Tasya Chrismonita, Jurnalis · Jum'at 24 Juli 2020 14:20 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 24 16 2251465 amati-benda-langit-nasa-new-horizons-kolaborasi-dengan-subaru-telescope-6NR8hSmIgR.jpg (Foto: SpaceCraftEarth)

JAKARTA - NASA New Horizons saat ini sedang terlibat dalam upaya pencarian astronomi baru. Bersama dengan Subaru Telescope, wahana antariksa tak berawak itu akan mengamati benda-benda langit yang belum ditemukan dan mungkin belum dikunjungi.

Sebelumnya, New Horizons telah melakukan perjalanan bersejarah Pluto dan penemuan Arrokoth. New Horizons berada di wilayah ruang yang dikenal sebagai Kuiper Belt, yang diyakini kaya akan potongan-potongan formasi Tata Surya yang dikenal sebagai benda kecil.

Mengutip Iflscience, meskipun banyak objek yang mereka temukan, namun ini adalah sebuah tantangan karena ukurannya yang kecil dan tersebar jarak jauh. Dr Alan Stern dari Southwest Research Institute, penyelidik utama misi New Horizons, mengatakan bahwa mereka menggunakan Teleskop terbaik di dunia yakni Subaru.

Kombinasi unik dari ukuran teleskop (salah satu yang terbesar dan bidang pandang Hyper Suprime-Cam (HSC) yang luas) diklaim dapat menangkap banyak objek Sabuk Kuiper.

Area yang sedang dipelajari oleh HSC Subaru setara dengan 18 bulan penuh di langit. Para astronom memperkirakan bahwa ratusan objek Sabuk Kuiper baru akan ditemukan dengan cara ini dan sekitar 50 akan dapat diamati dengan New Horizons.

Baca juga: Sejarah Singkat Mengenai Perkembangan Komputer

Perbedaan perspektif objek dari Subaru (tampak sepenuhnya diterangi sinar Matahari) dan perspektif New Horizons akan memberikan data penting tentang fragmen kosmik ini. Dr Tsuyoshi Terai, penanggung jawab atas HSC menambahkan, tim pengamatan akan memanfaatkan kemampuan unik dari Subaru Telescope, dan untuk menyelidiki asal-usul Tata Surya bersama.

Mungkin saja salah satu objek yang baru ditemukan berada di orbit yang benar untuk pertemuan di masa depan dengan New Horizons. Misalnya, Arrokoth ditemukan pada tahun 2014, 12 tahun setelah pesawat ruang angkasa diluncurkan, atau bahkan tanpa penerbangan pun New Horizons mampu memberi wawasan di luar misi intinya mempelajari Pluto.

(ahl)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini