NASA Bakal Luncurkan Balon Seukuran Raksasa

Tasya Chrismonita, Jurnalis · Jum'at 24 Juli 2020 19:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 24 16 2251653 nasa-bakal-luncurkan-balon-seukuran-raksasa-fSOJL5V9QA.jpg (Foto: NASA)

JAKARTA - NASA, badan antariksa Amerika Serikat (AS) sedang mengerjakan misi baru. NASA akan mengirim teleskop setinggi 8,4 kaki ke stratosfer di atas balon seukuran stadion sepak bola.

Peluncuran telah dijadwalkan pada Desember 2023 dari Antartika. Balon akan melayang di arus udara di atas benua.

ASTHROS (Astrophysics Stratospheric Telescope untuk Pengamatan Resolusi Spektrum Tinggi pada panjang gelombang-Submillimeter) akan mengamati cahaya inframerah jauh, atau cahaya dengan panjang gelombang yang jauh lebih lama daripada yang terlihat oleh manusia.

Ini berarti, perlu mencapai ketinggian sekitar 130.000 kaki, atau 24,6 mil. Instrumen onboard akan mengukur gerakan dan kecepatan gas di sekitar bintang yang baru terbentuk.

Melansir Cnet, misi ini akan memeriksa empat target utama, termasuk dua daerah pembentuk bintang di Bima Sakti. Selain itu, misi juga akan memetakan keberadaan dua jenis ion nitrogen yang dapat mengungkapkan tempat di mana angin dari bintang masif dan ledakan supernova telah membentuk kembali awan gas di dalam wilayah pembentukan bintang.

 
Baca juga: Proses Penciptaan Manusia Dijelaskan dalam Alquran

Melalui proses yang disebut umpan balik bintang, tim berharap untuk belajar lebih banyak tentang bagaimana umpan balik bintang bekerja untuk memberikan informasi baru yang akan meningkatkan simulasi komputer evolusi galaksi.

Tim baru-baru ini membungkus desain untuk muatan pengamatan, yang akan diuji oleh Insinyur di Jet Propulsion Laboratory NASA guna memastikan dapat berfungsi sebagaimana yang dimaksud.

Misi balon tidak hanya memiliki keuntungan pada biaya (lebih murah dari misi luar angkasa) tetapi rentang waktu antara perencanaan awal dan penyebaran lebih pendek.

"Misi balon seperti ASTHROS memiliki risiko lebih tinggi daripada misi luar angkasa, tetapi menghasilkan imbalan tinggi dengan biaya murah," kata insinyur dan manajer proyek JPL Jose Siles dalam rilisnya.

Selain itu, mereka juga berharap misi ini akan membuka jalan bagi misi ruang angkasa di masa depan dengan menguji teknologi baru dan memberikan pelatihan bagi generasi insinyur dan ilmuwan berikutnya.

(ahl)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini