Ilmuwan Temukan Cara agar Drone Tidak Saling Bertabrakan

Agregasi Sindonews.com, Jurnalis · Sabtu 25 Juli 2020 11:34 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 25 16 2251898 ilmuwan-temukan-cara-agar-drone-tidak-saling-bertabrakan-lFKKBKQHeu.jpg (Foto: dok)

JAKARTA - Drone dikembangkan untuk dapat mengudara pada ketinggian tertentu. Drone bisa dipakai untuk tujuan pengawasan, bahkan dapat membantu untuk misi pembersihan atau disinfeksi terkait pencegahan virus corona.

Dengan kemajuan teknologi, ilmuwan mampu mengembangkan drone yang dapat mengudara bersama-sama, tetapi mereka tidak saling bertabrakan.

Dikutip Sindonews, insinyur di Universitas Teknologi California (Caltech), Amerika Serikat (AS), telah merancang metode kontrol berbasis data baru untuk beberapa robot di ruang berantakan dan tidak terpetakan. Kontrol ini berfungsi menghindari tabrakan antara robot yang satu dengan yang lain.

Menyelaraskan gerakan multirobot merupakan masalah robotik mendasar dengan berbagai aplikasi, mulai dari pencarian, penyelamatan, hingga kontrol autonomus kendaraan. Berbagai perusahaan mobil dan pesawat juga sedang mengembangkan sistem autonomus pada kendaraan agar dapat menyesuaikan formasi di lingkungan yang tidak terpetakan.

Ada dua tantangan utama untuk menyelaraskan gerakan multirobot. Pertama adalah robot yang bergerak di lingkungan baru sehingga harus membuat keputusan sendiri tentang lintasan yang akan dilewati. Kedua adalah jumlah robot yang semakin banyak membuat interaksinya semakin kompleks dan lebih rentan terhadap benturan.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, Profesor Aerospace Bren, Soon-Jo Chung dan Yisong Yue, profesor ilmu komputasi dan matematika, mengembangkan algoritma gerak multirobot. Mereka melakukan penelitian bersama Benjamin Riviere (mahasiswa pascasarjana Caltech), Wolfgang Honig (sarjana postdoctoral) dan Guanya Shi (mahasiswa pascasarjana).

Baca juga: Proses Penciptaan Manusia Dijelaskan dalam Alquran

Mereka membuat algoritma perencanaan gerak multirobot yang disebut Global to Local SafeAutonomy Synthesis atau disingkat GLAS. Artinya, robot akan menerima seluruh rangkaian informasi secara lengkap tapi hanya bersifat lokal.

Selain itu, para peneliti mengembangkan Neural Swarm. Ini adalah kontrol pelacak multirobot yang ditambahkan untuk mempelajari interaksi aerodinamik kompleks dalam penerbangan jarak dekat.

“Pekerjaan kami menunjukkan beberapa hasil yang menjanjikan dalam mengatasi masalah keamanan, ketahanan, dan skalabilitas dari kecerdasan buatan (AI) secara konvensional untuk perencanaan gerakan multirobot menggunakan GLAS dan kontrol jarak dekat pada beberapa drone,” kata Chung.

Saat menggunakan GLAS dan Neural Swarm, sebuah robot tidak membutuhkan gambaran lengkap dan komprehensif dari lingkungan yang dilaluinya. Ia juga tidak akan mengambil jalan yang akan dilalui robot lain. Justru sebaliknya, robot akan belajar bagaimana menavigasi area secara cepat (sepersekian detik) dan memasukkan informasi baru ke dalam model pembelajaran.

Setiap robot dalam satu kelompok hanya membutuhkan informasi tentang lingkungan lokalnya. Perhitungan desentralisasi setiap robot dapat membentuk pola pikirnya sendiri dan membuatnya lebih mudah untuk meningkatkan jumlah robot dalam satu kelompok.

(ahl)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini