Apple dan Google Dituding Memonopoli Toko Aplikasi

INews.id, Jurnalis · Sabtu 25 Juli 2020 12:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 25 16 2251912 apple-dan-google-dituding-memonopoli-toko-aplikasi-OCHZjV0dd7.jpg (Foto: Unsplash)

CALIFORNIA - Apple dan Google memiliki toko aplikasi yang cukup populer. Keduanya terlihat mendominasi sebagai penyedia toko aplikasi dan mendapatkan kritik oleh CEO Epic Games Tim Sweeney.

Dikutip iNews, dua raksasa teknologi dianggap memiliki monopoli absolut di toko aplikasi seluler.

Tidak ada banyak opsi layak untuk mendistribusikan software seluler di luar Apple App Store dan Google Play Store. Sweeney mengkritik keduanya soal pengambilan biaya 30 persen dari pembelian dalam aplikasi.

Epic Games meluncurkan Epic Games Store pada akhir 2018 untuk komputer Windows dan Mac. Toko aplikasi Epic Games ini hanya membebani penerbit lain dengan biaya 12 persen untuk pembelian dalam aplikasi.

Epic Games Store belum sampai ke App Store karena panduan ketat Apple terhadap toko software yang bersaing.

 
Baca juga: Sejarah Singkat Mengenai Perkembangan Komputer

“Mereka (Apple) mencegah seluruh kategori bisnis dan aplikasi ditelan dalam ekosistem mereka dengan mengesampingkan pesaing dari setiap aspek bisnis mereka yang mereka lindungi,” ujar Sweeney.

Epic sebelumnya membuat Fortnite tersedia untuk perangkat Android bukan dengan menawarkannya di Google Play Store melainkan peluncuran di website Fortnite yang mengunduh permainan. Cara ini memungkinkan Epic menghindari biaya 30 persen dari Google.

Tapi, proses pengunduhan terlalu melibatkan banyak pengguna, sehingga Fortnite diluncurkan di Play Store awal tahun ini. Sweeney mengatakan, perusahaan masih berencana membawa Epic Games Store ke Android.

“Google pada dasarnya sengaja menahan toko-toko yang bersaing dengan hambatan dan penghalan antarmuka pengguna,” ujar Sweeney.

Epic bukan perusahaan pertama yang menentang Apple dan biaya 30 persen Google. Pada Maret lalu, CEO Spotify Daniel Ek mengajukan keluhan persaingan tidak adil terhadap Apple dengan Komisi Eropa.

(ahl)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini