NASA Kembalikan Meteorit Berusia 700.000 Tahun ke Mars

Tasya Chrismonita, Jurnalis · Minggu 26 Juli 2020 11:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 26 16 2252224 nasa-kembalikan-meteorit-berusia-700-000-tahun-ke-mars-hFFi6aTlwX.jpg (Foto: NASA Solar System Exploration)

JAKARTA – Badan antariksa NASA akan mengembalikan meteorit yang pernah menghantam atau meledakkan Mars 700.000 tahun lalu ke tempat asalnya. Ini sebagai bagian dari misi penjelajah Mars 2020.

Meteorit akan digunakan untuk mengkalibrasi instrumen pada lengan rover dan setelah itu akan tetap berada di wilayah asalnya.

Meteorit tersebut, disebut sebagai Sayh al Uhmiyr 008 atau SaU 008, diambil di Oman pada 1999 dan diggunakan untuk mengkalibrasi SHERLOC (Scanning Habitable Environments bersama Raman dan Luminescence for Organics dan Chemicals) milik rover Mars. Dengan demikian, rover Mars diharapkan dapat secara efektif mengidentifikasi dan mengumpulkan sampel batuan dan regolith untuk kemungkinan kembali ke Bumi.

Melansir Iflscience, selama 20 tahun terakhir meteorit ini disimpan di Natural History Museum di London. Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah sebuah museum mengembalikan sampel meteorit ke titik asalnya demi ilmu pengetahuan. Dengan judul Mars Sample Return, misi ini adalah kampanye paling ambisius sejak Apollo dalam hal eksplorasi planet.

Misi Perseverance rover Mars 2020 akan diluncurkan pada 30 Juli, dan juga bersamaan dengan pengembalian meteorit SaU 008. Misi ini bermaksud untuk memilih dan mempertahankan sampel batuan Mars untuk dibawa kembali ke Bumi pada misi masa depan.

Ketika Perseverance telah mendarat di Kawah Jezero Mars pada Febuari 2021, meteorit akan digunakan sebagai bahan pengujian oleh SHERLOC.

Pengujian tersebut bermaksud untuk menguraikan komposisi sampel batuan dan menilai apakah mereka layak mendapat tempat dalam perjalanan kembali.

"Setiap tahun, kami menyediakan ratusan spesimen meteorit untuk dipelajari para ilmuwan di seluruh dunia," kata Profesor Caroline Smith, kepala Koleksi Ilmu Bumi di Museum, kurator utama Meteorit, dan anggota Tim Ilmu Pengetahuan Mars 2020.

Baca juga: Ini Tanda-Tanda Kiamat dalam Penjelasan Alquran dan Sains

Menurutnya, meteorit SaU 008 ini sekuat sepatu bot tua, berbeda dengan beberapa meteorit Mars yang mereka miliki sangat rapuh. Selain itu, mereka akan mempelajari sampel untuk memahami interaksi kimia antara permukaan Mars, dan atmosfernya.

Selain berburu sampel untuk dibawa kembali ke Bumi, mereka juga akan mencari tanda-tanda kehidupan masa lalu. Kawah Jazero dipilih sebagai lokasi pendaratan karena diyakini sebagai lingkungan yang paling banyak dihuni di masa lalu, dengan menggunakan teknologi mereka juga akan melihat apakah oksigen dapat dihasilkan dari karbon dioksida di atmosfer Mars.

(ahl)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini