YouTube Kids Hadirkan 100 Lebih Film di Tengah Pandemi Covid-19

Farah Azka Gazali, Jurnalis · Selasa 28 Juli 2020 13:20 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 28 16 2253271 youtube-kids-hadirkan-100-lebih-film-di-tengah-pandemi-covid-19-Qt4SBN0qXB.jpg (Foto: Google Play)

JAKARTA – Pandemi membuat hampir seluruh aktivitas dilakukan di rumah, tidak terkecuali dengan kegiatan belajar dan mengajar. Hal ini membuat akses anak-anak terhadap gadget dan internet semakin meningkat.

Tidak hanya untuk kegiatan akademik, tetapi juga untuk hiburan, salah satu yang cukup mudah diakses adalah platform YouTube.

Khusus anak-anak, terdapat layanan yang dinamakan YouTube Kids. Perusahaan kabarnya menghadirkan lebih dari 100 film di tengah pandemi Covid-19.

Dilansir Android Police, pada Senin (27/7/2020), YouTube mengabarkan bahwa kini mereka akan menghadirkan tontonan baru untuk platform YouTube for Kids hingga 31 Agustus 2020. Tontonan ini meliputi lebih dari 100 film hingga tayangan edukasi yang aman untuk anak-anak di bawah usia 13 tahun.

 
Baca juga: Sejarah Singkat Mengenai Perkembangan Komputer

Beberapa tayangan yang akan dihadirkan di antaranya Tayo the Little Bus, Baby Shark and Pinkfong, Oggy and The Cockroaches, hingga Paddington. Ada pula fim pendek pemenang penghargaan animasi terbaik seperti Hair Love, dan seri edukasi Elmo’s World News dari Sesame Street.

Tidak hanya itu, melalui layanan yang akan tayang setiap senin ini, YouTube juga akan menghadirkan serial khusus dari YouTube Original seperti seri Disney Shook dan Simon’s Cat.

Tidak hanya itu, melalui layanan terbatas ini YouTube juga rencananya akan memutarkan tayangan perdana dari film animasi Spookiz milik Keyring Studios, sebuah studio animasi asal Korea Selatan.

Adapun untuk menontonnya, tayangan ini (beserta seluruh tayangan lainnya) akan muncul pada kategori “shows” setiap senin dalam bentuk video atau sebuah playlist.

Untuk saat ini, sebagaimana dikabarkan Android Police, YouTube baru mengumumkan layanan tersebut di beberapa negara seperti Vietnam, Australia, dan Selandia Baru. Namun tidak menutup kemungkinan, akan ada beberapa negara lainnya yang juga masuk dalam daftar layanan ini.

(ahl)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini