Google Bujuk Samsung Hapus Layanan Bixby dan Galaxy Store

Farah Azka Gazali, Jurnalis · Kamis 30 Juli 2020 11:54 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 30 16 2254381 google-bujuk-samsung-hapus-layanan-bixby-dan-galaxy-store-re846vYcPQ.jpg (Foto: ZDNet)

JAKARTA – Samsung dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk menghapus layanan Bixby dan Galaxy Store. Dilansir Android Police, pertimbangan ini muncul setelah Google berusaha membujuk Samsung beralih sepenuhnya pada aplikasi Play Store dan Google Assistant.

Bixby dan Galaxy Store merupakan salah satu aplikasi yang sangat erat dengan Samsung. Aplikasi ini telah hadir sejak seri Galaxy 8 dan Galaxy 8+ pada 2017. Kedua aplikasi ini memiliki fitur yang cukup serupa dengan Play Store dan Google Assistant, menyebabkan tidak sedikitnya keluhan pengguna muncul akibat dianggap hanya sebagai duplikasi saja.

Meski cukup banyak keluhan atas aplikasi ini, Samsung tampaknya belum memiliki keputusan pasti untuk menghapus Bixby dan Galaxy Store. Sebagaimana dilansir Reuters, perusahaan itu tampak masih ingin mempertahankan kreasi pribadi mereka dibandingkan beralih sepenuhnya pada milik Google.

“Kami tetap berkomitmen pada layanan dan ekosistem kami sendiri,” jelas mereka dalam sebuah pernyataan, dikutip Reuters.

Meski demikian, kondisi pandemi beberapa bulan terakhir pada kenyataannya telah menghambat sistem pembaruan perangkat mereka. Sehingga membuat hal ini juga tidak cukup menguntungkan.

Samsung mendapatkan tawaran dari Google. Perusahaan itu juga menawarkan bagi hasil iklan yang cukup menguntungkan.

Baca juga: Sejarah Singkat Mengenai Perkembangan Komputer

Jika Samsung menerima tawaran tersebut, hal ini dianggap menjadi solusi yang cukup menguntungkan baik untuk Samsung dan pengguna Android. Namun, ini juga masih belum memperjelas berakhirnya Bixby dan Galaxy Store, mengingat Google menyatakan bahwa mereka tetap akan memberikan kebebasan pada Samsung untuk membuat app store dan asisten pribadi mereka.

Besar kemungkinan kedua aplikasi tetap hadir, namun berada dalam perjanjian baru.

(ahl)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini