Roket Falcon 9 Meluncur, Bawa 57 Satelit Internet Starlink

Farah Azka Gazali, Jurnalis · Jum'at 07 Agustus 2020 16:41 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 07 16 2258628 roket-falcon-9-meluncur-bawa-57-satelit-internet-starlink-PNjft69bnL.jpg (Foto: CNet)

JAKARTA – SpaceX berhasil luncurkan roket Falcon 9 dari pad 39A di Kennedy Space Center pada hari ini pukul 1:12 pagi waktu setempat. Dilansir Spaceflight Now, Falcon 9 berhasil diluncurkan dengan peluncur setinggi 229 kaki (70 meter) dan membawa muatan 57 satelit internet milik Starlink beserta dua satelit observasi Bumi komersial milik BlackSky.

Peluncuran roket Falcon 9 sebelumnya dijadwalkan pada 26 Juni, namun pada akhirnya ditunda untuk melakukan pengecekan tambahan. Sebelumnya, Falcon 9 sempat dijadwalkan ulang untuk meluncur pada 8 Juli, dan kembali dibatalkan akibat cuaca buruk. Sehingga secara keseluruhan, proyek Starlink dan BlackSky kali ini terpaksa ditunda selama enam minggu.

Adapun melalui misi ini, 57 satelit internet milik Starlink rencananya akan bergabung bersama satelit lain yang sudah ada di lintasan orbit. Sehingga sejauh ini tercatat sudah ada 595 satelit, dan dengan ini Starlink berencana untuk membuat susunan konstelasi raksasa.

Dengan jumlah ini, layanan komersial Starlink akan semakin dekat untuk diluncurkan secara global. Dilansir Geek Wire, Starlink nantinya akan menyediakan akses internet broadband dan aplikasi militer secara global.

Untuk melindungi peluncuran satelit kali ini, SpaceX melengkapi Falcon 9 dengan pelindung khusus matahari bernama Kerai. Pelindung ini digunakan untuk mencegah matahari memantulkan bagian paling bersinar dari satelit sehingga pesawat ruang angkasa tidak akan tampak oleh teleskop di Bumi. Sebelumnya, ini sempat dikhawatirkan oleh para astronom bahwa 57 satelit itu akan menggangu pengamatan ilmiah.

“Semua satelit Starlink dalam penerbangan ini dilengkapi dengan pelindung yang dapat digunakan untuk memblokir sinar matahari agar tidak mencapai titik paling terang dari pesawat ruang angkasa – tindakan yang diambil SpaceX sebagai bagian dari pekerjaan kami dengan kelompok astronomi terkemuka untuk mengurangi reflektifitas satelit,” dikutip Spaceflight Now melalui situs resmi SpaceX.

Baca juga: Ini Alasan Telur Melayang di Gelas Berisi Air Garam

Selain Starlink, penumpang Rocket Falcon lain yakni dua buah satelit observasi Bumi milik BlackSky rencananya akan bertugas untuk memantau perubahan Bumi. Kedua satelit seberat 110 pon ini akan ditugaskan untuk memberikan data intelijen geospasial kepada pemerintah dan klien korporat dari BlackSky.

Sementara itu, peluncuran hari ini menjadi yang ke-90 sejak Roket Falcon digunakan pada 2010. Sedangkan untuk SpaceX, ini menjadi peluncuran ke-13 mereka sepanjang tahun ini.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini