Peneliti Temukan Metode Baru Deteksi Sampah Antariksa

INews.id, Jurnalis · Jum'at 07 Agustus 2020 17:37 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 07 16 2258673 peneliti-temukan-metode-baru-deteksi-sampah-antariksa-dwXn6PmHjQ.jpg Ilustrasi (Foto: JPL)

CALIFORNIA - Tahukah Anda, di luar angkasa terdapat banyak sampah yang mengorbit planet Bumi. Sampah antariksa itu mulai dari potongan satelit hingga puing-puing buatan manusia yang mengelilingi Bumi.

Dikutip iNews, melacak posisi benda-benda ini diperlukan untuk keselamatan satelit dan misi. Bahkan, sampah-sampah tersebut bisa menjadi ancaman terhadap International Space Station (ISS).

Menembakkan laser ke luar angkasa adalah salah satu cara para ilmuwan dapat mendeteksi respons tersebut dan menyimpan catatan sampah saat mereka menemukannya. Sayangnya, teknik ini tidak menawarkan banyak keakuratan dan sulit untuk menentukan lokasi objek hanya berdasarkan respons laser.

Guna meningkatkan efektivitas metode laser, para ilmuwan mengintip ke langit dengan lensa yang dirancang untuk mendeteksi pantulan sinar Matahari dari objek. Namun, ini hanya dapat dilakukan selama fajar atau senja karena siang hari dapat mengaburkan instrumen pencitraan dan mencegah deteksi serta pelacakan.

Dalam paper baru yang diterbitkan di Nature Communications, para peneliti menjelaskan bagaimana mereka menemukan metode baru untuk melacak sampah luar angkasa di siang bolong. Mereka membangun sistem pencitraan khusus dengan filter yang memungkinkan mereka melihat bintang di langit biru.

Baca juga: Gempa Bumi sebagai Salah Satu Tanda Kiamat Dijelaskan Alquran dan Sains

"Objek puing-puing luar angkasa divisualisasikan dengan background langit biru dan bias diperbaiki secara real-time. Hasilnya adalah titik awal bagi semua stasiun penjelajah laser puing-puing luar angkasa untuk secara drastis meningkatkan keluarnya dalam waktu dekat. Jaringan dari beberapa stasiun di seluruh dunia akan bisa meningkatkan prediksi orbit secara signifikan jika diperlukan untuk misi pemindahan, peringatan konjungsi, manuver penginderaan, atau penentuan sikap," kata peneliti.

Pelacakan puing-puing luar angkasa akan menjadi semakin penting saat manusia terus menjelajahi Tata Surya dengan probe dan bahkan misi berawak.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini