Tuatara Miliki Struktur Genom Antara Mamalia dan Reptil

Tasya Chrismonita, Jurnalis · Jum'at 07 Agustus 2020 19:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 07 16 2258739 tuatara-miliki-struktur-genom-antara-mamalia-dan-reptil-es3cep5m37.jpg (Foto: Science Times)

JAKARTA - Tuatara merupakan hewan yang memiliki tubuh mirip kadal. Populasi hewan ini terbatas di pulau lepas Selandia Baru. Hewan ini kabarnya mengalami sedikit perubahan sejak lebih dari 250 juta tahun lalu.

Studi baru menunjukkan genom mereka memiliki beberapa fitur yang sama dengan keanehan lain dari kerajaan hewan, monotremata.

Mengutip dari IFLScience, sebuah makalah di Nature menegaskan bahwa mereka tidak lebih dekat dengan kadal dan ular, justru mereka mirip dengan mamalia atau burung. Profesor David Adelson dari University of Adelaide telah menemukan bahwa tuatara memiliki "gen pelompat", atau elemen yang dapat dipindahkan, yang lebih mirip dengan platipus daripada reptil yang biasanya diklasifikasikan.

"Genom tuatara mengandung sekitar 4 persen gen pelompat yang umum pada reptil, sekitar 10 persen umum pada monotremata (platypus dan echidna) dan kurang dari 1 persen umum pada mamalia plasenta seperti manusia," kata Adelson dalam sebuah pernyataan.

Adelson dan tim besar menemukan bukti beberapa putaran ekspansi dan penurunan populasi yang tercatat dalam genom tuatara. Ia juga mengatakan bahwa populasi di pulau Selat Cook cukup berbeda sehingga dapat dibenarkan untuk diperlakukan sebagai "unit konservasi".

Menurutnya, tidak ada yang menemukan hubungan antara genom hewan dan kompleksitasnya.

 
Baca juga: Ini Alasan Telur Melayang di Gelas Berisi Air Garam

Beberapa ilmuwan juga berspekulasi bahwa tuatara mungkin kerabat terdekat dinosaurus tertentu yang masih hidup, tetapi Adelson mengatakan ini sulit untuk dikonfirmasi karena "kita tidak dapat mengurutkan dinosaurus".

Tuatara memiliki arti penting dalam budaya Maori, di mana mereka dianggap menjaga tempat-tempat khusus. Adelson menyatakan bangga dengan fakta bahwa tidak ada penelitian yang dilakukan tanpa berkonsultasi dengan wali budaya Maori.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini