Satelit Temukan 11 Koloni Penguin Kaisar di Antartika

Farah Azka Gazali, Jurnalis · Minggu 09 Agustus 2020 11:41 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 09 16 2259282 satelit-temukan-11-koloni-penguin-kaisar-di-antartika-TDvXN7nVRK.jpg (Foto: Live Science)

JAKARTA - Ilmuwan dari British Antarctic Survey temukan 11 koloni penguin kaisar melalui satelit pencitraan bumi. Kesebelas koloni ini ditemukan setelah satelit Copernicus Sentinel-2 milik Badan Antariksa Eropa menangkap gambar noda pada lapisan putih Antartika.

Noda tersebut oleh para ilmuwan diidentifikasi sebagai sejumlah besar guano atau kotoran penguin.

Dilansir Space, kini Ilmuwan mengidentifikasi bahwa setidaknya terdapat lebih dari 20% penguin kaisar yang hidup di Antartika. Jumlah ini menjadi lebih banyak dari perkiraan sebelumnya.

Kini total terdapat 61 koloni penguin kaisar. Artinya, kini jumlah tersebut mengalami peningkatan sekitar 55.000 ekor dan membuat penguin kaisar menjadi populasi penguin terbanyak saat ini.

 
Baca juga: Sejarah Singkat Mengenai Perkembangan Komputer

Sayangnya, penemuan ini juga membawa cukup kekhawatiran di kalangan ilmuwan. Menurut studi Remote Sensing in Ecology and Conservation yang diterbitkan pada 4 Agustus, kesebelas koloni ini diidentifikasi berada pada wilayah yang rentan mengalami perubahan iklim. Beberapa koloni ini tampak berada di wilayah yang jauh dari lepas pantai dan berada di wilayah utara yang cenderung hangat.

“Sementara itu kabar baik bahwa kami telah menemukan koloni baru ini, lokasi pembiakan semuanya berada di lokasi di mana proyeksi model terbaru menunjukkan kaisar akan menurun,” ucap Phil Trathan, Kepala Konservasi Biologi di British Antarctic Survey, dikutip Space.

Selain itu, Science Alert juga mengabarkan bahwa untuk bertelur, penguin kaisar membutuhkan es yang stabil. Setidaknya selama sembilan bulan, atau bahkan hingga anak-anak mereka cukup dewasa. Sehingga suhu yang lebih hangat dan wilayah yang rentan terkena perubahan iklim ini dianggap dapat membahayakan mereka untuk berkembang biak.

“Daerah yang jauh dari pantai ini lebih ke utara, mereka akan berada di daerah yang lebih hangat dan oleh karena itu akan lebih rentan terhadap hilangnya es laut lebih awal,” tulis para peneliti dalam jurnal Global Change Biology yang diterbitkan pada 2019.

Masalah lainnya, koloni baru ini memiliki kawanan yang sangat kecil. Ini menjadi semakin menghawatirkan mengingat penguin kaisar hidup berkerumun untuk mencegah angin dingin dan hipotermia. Sehingga jika semakin sedikit mereka ditemukan, semakin mereka sulit untuk bertahan hidup untuk melawan suhu ekstrem.

Tidak dapat dipastikan apakah wilayah-wilayah ini merupakan tempat mereka menetap. Namun melihat kini sudah memasuki musim kawin, ini menjadi suatu kekhawatiran tersendiri. Terlebih tahun lalu jurnal Global Change Biology juga memperkiraan jumlah penguin saat ini akan menurun sekitar 31% selama tiga generasi berikutnya.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini