Bulan Terbesar Jupiter, Ganymede Punya Luka Benturan Terbesar di Tata Surya

Tasya Chrismonita, Jurnalis · Minggu 09 Agustus 2020 15:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 09 16 2259367 bulan-terbesar-jupiter-ganymede-punya-luka-benturan-terbesar-di-tata-surya-ChHeRRUHp7.jpg Jupiter. (Foto: NY Daily News)

SETIAP planet di tata surya kita memiliki satelit. Seperti Bumi yang memiliki satelit, bulan, planet lain pun memiliki satelit meskipun ada beberapa planet yang memiliki lebih dari satu satelit.

Seperti Jupiter, yang memiliki empat satelit dengan nama Io, Europa, Ganymede, dan Callisto. Layaknya bulan, satelit-satelit di Jupiter juga kerap berbenturan dengan objek asing atau yang kita kenal dengan meteor, sehingga meninggalkan bekas luka tabrakan.

Nah, ilmuwan di NASA pun melihat bahwa Ganymede memiliki kawah tabrakan terbesar di seluruh tata surya, dengan bekas luka hingga menutupi sebagian besar bulan tersebut.

Secara khusus, mereka tertarik dengan serangkaian fitur yang disebut alur, yang muncul di beberapa medan tertua di satelit tersebut. Sebelumnya, peneliti telah menujukan alur tersebut sebagai bukti tabrakan besar yang cukup kuat hingga meninggalkan bekas luka di seluruh sisi Ganymede.

Tetapi setelah meninjau kembali strukturnya, para ilmuwan percaya bahwa perkiraan itu terlalu rendah, untuk menimbulkan dampak yang begitu besar sehingga mempengaruhi seluruh satelit.

Planet jupiter

Melansir dari Space, Para peneliti memulai dengan mengumpulkan data yang dikumpulkan oleh misi kembar Voyager NASA, yang masing-masing terbang melewati sistem Jupiter pada 1979, dan dengan misi Galileo NASA, yang menghabiskan delapan tahun selama akhir 1990-an dan awal 2000-an mempelajari planet besar dan tetangganya.

Kemudian para ilmuwan menganalisis ulang mencakup Medan Gelap, dan di seluruh Dark Terrain, menurut pemodelan baru, semua alur keluar dari satu titik, bahkan di sisi berlawanan dari bulan. Para peneliti juga menyarankan membuat tanda alur, tidak hanya satu belahan saja.

Pernyataan dari penelitian baru mengatakan, jika yang menjadi penyebabnya adalah tabrakan, asteroid yang cukup besar, setidaknya berdiameter 30 mil (50 kilometer) dan mungkin lebarnya lebih dari 90 mil (150 km).

Bisa saja, dalam tabrakan itu meninggalkan serangkaian cincin serta patahan yang tepat di sepanjang satelit, yang setelah ribuan tahun proses geologi, sehingga telah menjadi alur dan palung yang dilihat para ilmuwan sekarang.

Para ilmuwan juga mengatakan, jika pemodelan itu benar, mereka telah menemukan bekas luka benturan terbesar di tata surya, dengan radius seluas 4.800 mil (7.800 km), radius itu kira-kira dua kali panjang Sungai Mississippi.

Sistem tabrakan terbesar yang diketahui saat ini, yang disebut Kawah Valhalla dan ditemukan di bulan Jupiter lainnya, Callisto, tidak ada artinya jika dibandingkan, dengan radius 1.200 mil (1.900 km).

Para ilmuwan di balik penelitian baru berharap bahwa data baru akan membantu mereka menafsirkan alur Ganymede dengan lebih baik dan memahami dengan tepat apa yang membentuknya.

Badan Antariksa Eropa sedang membangun pesawat ruang angkasa bernama Jupiter Icy Moons Explorer (JUICE), yang akan diluncurkan pada tahun 2022, misi tersebut akan berfokus pada Ganymede, Callisto, dan Europa, tiba di lingkungan tersebut pada tahun 2029.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini