Teknologi Bantu Modernisasi Akses Pendidikan ke Daerah

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Senin 10 Agustus 2020 17:43 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 10 16 2259971 teknologi-bantu-modernisasi-akses-pendidikan-ke-daerah-6FHNDKnV3k.jpg (Foto: Potential)

JAKARTA - Selama beberapa hari pemandangan di kawasan SCBD diwarnai dengan ungu menyala. Usai menimbulkan tanda tanya di media sosial, akhirnya misteri di balik tagar #VideotronUngu yang trending di Twitter akhirnya terungkap.

Tagar tersebut sempat memancing rasa penasaran netizen pada Jumat atau 7 Agustus 2020. Ternyata, videotron berlatar ungu dengan hitung mundur tersebut ternyata bagian dari kampanye Zenius Education #IniBeneranLive.

Zenius memasang videotron dan mengundang para tutor di platformnya untuk berbagi ilmu dan menjawab pertanyaan para penonton secara live. Perusahaan ingin membuktikan bahwa berkat kecanggihan teknologi, kegiatan belajar mengajar (KBM) dapat berjalan dimana saja dan kapan saja, bahkan di pinggir jalan raya.

Zenius berevolusi menghadirkan konten-konten edukasi, terutama untuk para pelajar Indonesia. Setelah 16 tahun berdiri, kini Zenius sudah memiliki sekitar 80 ribu video yang dapat diakses secara gratis melalui aplikasi maupun website.

Pada tahun 2016-2017, jumlah total video yang ditonton secara online di Zenius telah mencapai 38 juta views.

Bagi Rohan Monga, Chief Executive Officer Zenius Education, pendidikan seharusnya dapat diakses oleh siapa saja tanpa hambatan biaya. Ia dan tim Zenius memutuskan untuk menggratiskan 80.000 konten video dan soal latihan untuk semua mata pelajaran di platform Zenius.

 
Baca juga: Proses Penciptaan Manusia Dijelaskan dalam Alquran

Selama berlangsungnya pandemi dan KBM online di seluruh Indonesia, Zenius mencatatkan kenaikan pengguna yang cukup signifikan. Daerah-daerah dengan jumlah pertumbuhan paling pesat adalah Bangka Belitung (167%), Kalimantan Tengah (110%), dan Papua (108%). Hal ini membuktikan bahwa teknologi digital membantu modernisasi akses pendidikan hingga ke daerah-daerah di Indonesia.

Kehadiran sistem pendidikan virtual merupakan satu-satunya solusi di tengah pandemi Covid-19. Secara global, saat ini terdapat lebih dari 1,2 miliar anak-anak di 186 negara di dunia yang mengalami penutupan sekolah dan mengikuti KBM secara online dari rumah masing-masing.

Sebelum Covid-19 melanda, sektor edukasi teknologi (edutek) merupakan sektor strategis. Total investasi untuk edutek mencapai USD18,6 miliar pada 2019 dan diproyeksi akan melesat hingga USD350 miliar pada 2025.

Menurut riset dari Shift Learning, seorang siswa bisa mengingat 25-60% materi yang diajarkan secara online, dibandingkan hanya 8-10% materi yang diajarkan di ruang kelas biasa. Hal ini disebabkan karena para siswa bisa belajar dengan lebih optimal. Melalui sistem KBM online, siswa dapat mengatur cara belajar sendiri, mencatat, merangkum, dan memahami suatu konsep secara lebih mendalam.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini