Hakteknas, Indonesia Luncurkan Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial

Farah Azka Gazali, Jurnalis · Senin 10 Agustus 2020 18:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 10 16 2259976 hakteknas-indonesia-luncurkan-strategi-nasional-kecerdasan-artifisial-MbXiGVQQl5.jpg (Foto: Okezone.com/Savvy)

JAKARTA – Artificial Intelligence (AI) menjadi salah satu inovasi teknologi di era modern. Beberapa negara maju seperti Amerika, Australia, dan Singapura menjadi negara yang turut mengembangkan teknologi yang satu ini.

Tidak mau ketinggalan, sebagai bentuk memperingati Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas), pemerintah luncurkan “Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial” atau Stranas KA, Senin (10/8/2020).

“Kita ingin, karena sekarang ada AI – Artificial Intelligence – yang bisa membantu kita dalam hal-hal yang bersifat teknis. Sehingga birokrasi kita lebih cepat, tugas birokrasi kita menjadi lebih ringan,” ucap Presiden Joko Widodo dalam suatu pernyataan.

Stranas KA disusun oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) berdasarkan konsep Quadruple Helix yang dianggap dapat membangun SDM unggul Indonesia. Proyek ini direncanakan akan berlangsung dari tahun ini hingga 2045 dan terbagi untuk sektor publik dan sektor industri unggulan nasional.

Baca juga: Sejarah Singkat Mengenai Perkembangan Komputer

Berdasarkan Konsorsium Nasional atau kerjasama internasional, melalui Stranas KA, pemerintah memilih lima bidang prioritas utama yang akan dikembangkan. Ini akan meliputi layanan kesehatan, reformasi birokrasi, pendidikan dan riset, ketahanan pangan, serta mobilitas dan kota cerdas. Salah satu contoh dari kelima prioritas ini dapat ditemukan dalam bidang kesehatan, di mana kini pemerintah menggunakannya untuk mendeteksi Covid-19.

Dengan ini kini Indonesia secara resmi memasuki dunia kecerdasan artifisial dan tentunya diharapkan dapat sejajar dengan negara lain yang telah lebih dahulu menerapkannya.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini