Teleskop Radio Deteksi Ledakan Misterius Gelombang Radio

Tasya Chrismonita, Jurnalis · Selasa 11 Agustus 2020 07:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 11 16 2260152 teleskop-radio-deteksi-ledakan-misterius-gelombang-radio-yPS2led0eO.jpg (Foto: ESA)

JAKARTA - Kebanyakan FRB (fast radio burst) berasal dari jarak ratusan juta cahaya, namun yang terdeteksi kali ini berasal dari dalam Bima Sakti. Tiga puluh ribu tahun yang lalu, sebuah bintang mati di sisi lain Bima Sakti mengeluarkan campuran energi radio dan sinar-X yang kuat.

Pada 28 April 2020, 'sendawa' yang dihasilkan menyapu Bumi, hingga memicu alarm di observatorium di seluruh dunia. Sinyal yang ada di sana hilang dalam setengah detik, tetapi dari situ para ilmuwan dapat mengonfirmasi bahwa mereka telah mendeteksi sesuatu yang luar biasa, fast radio burst pertama yang berasal dari bintang yang dikenal di dalam Bima Sakti.

Mengutip dari Space, sejak ditemukan pada 2007, FRB telah membingungkan para ilmuwan. Sejauh ini, setiap FRB yang diketahui berasal dari galaksi lain, yang jaraknya ratusan juta tahun cahaya.

Namun, FRB kali ini berbeda, dari pengamatan teleskop menunjukkan bahwa ledakan itu berasal dari bintang neutron yang dikenal - inti padat yang berputar cepat dari bintang mati, yang mengemas massa sebesar matahari menjadi bola seukuran kota - sekitar 30.000 tahun cahaya dari Bumi di konstelasi tersebut.

Sisa bintang tersebut cocok dengan kelas bintang yang bahkan lebih aneh yang disebut magnetar. Sekarang tampaknya magnetar merupakan sumber dari beberapa dari banyak FRB misterius alam semesta.

Penulis utama studi Sandro Mereghetti, dari Institut Nasional untuk Astrofisika di Milan, Italia, mengatakan ini adalah hubungan observasi pertama antara magnetar dan FRB. Magnetar, bernama SGR 1935 + 2154, terbangun dengan ledakan sinar-X yang kuat pada akhir April.

Baca juga: Guncangan Dahsyat Awali Peristiwa Kiamat Dijelaskan Alquran dan Sains

Sandro dan rekan-rekannya mendeteksi ledakan ini dengan satelit Integral Badan Antariksa Eropa (ESA), yang dirancang untuk menangkap fenomena paling energik di alam semesta. Pada saat yang sama, sebuah teleskop radio di pegunungan British Columbia, Kanada, mendeteksi ledakan gelombang radio yang berasal dari sumber yang sama.

Kemudian teleskop radio di California dan Utah mengonfirmasi FRB keesokan harinya. Ilmuwan ESA Erik Kuulkers menambahkan, kolaborasi lebih lanjut antar lembaga selanjutnya diharapkan dapat membawa asal dari fenomena misterius ini.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini