NASA Juno Tangkap Kilatan Petir Aneh di Awan Jupiter

Tasya Chrismonita, Jurnalis · Selasa 11 Agustus 2020 08:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 11 16 2260154 nasa-juno-tangkap-kilatan-petir-aneh-di-awan-jupiter-W7t1GuMQNO.jpg (Foto: NASA)

JAKARTA - Pesawat luar angkasa Juno telah menangkap gambar petir yang aneh di Jupiter. Petir yang berada di atas awan itu mungkin disebabkan oleh amonia yang dikenal dengan "mushballs".

Petir yang pernah terlihat di planet Jupiter tidak pernah mencapai setinggi itu pada atmosfernya. Sejak Voyager pertama kali mencatat kilatan petir di Jupiter pada 1979, para ilmuwan planet mengira petir yang terbentuk di sana serupa seperti di Bumi, tetapi "petir dangkal" yang terlihat oleh Juno di sisi gelap Jupiter terjadi terlalu tinggi, di tempat yang terlalu dingin untuk awan air.

Melansir dari IFLScience, sebaliknya, peneliti yang dipimpin oleh Heidi Becker, pimpinan Investigasi Pemantauan Radiasi Juno di Laboratorium Propulsi Jet NASA mengira bahwa petir ini disebabkan oleh amonia cair yang bertindak sebagai "antifreeze".

Di Nature, Becker dan rekannya mengatakan bahwa badai petir dahsyat Jupiter terkenal dengan melemparkan kristal air-es tinggi ke atmosfer, di mana amonia atmosfer mencairkan es dan membentuk larutan air-amonia baru yang oleh para ilmuwan disebut "mushballs". Petir terlihat sekitar 25 kilometer (16 mil) lebih tinggi dari awan air Jupiter, suhu rata-rata -88 ° C (-126 ° F), yang terlalu dingin untuk ada air cair.

Baca juga: Sejarah Singkat Mengenai Perkembangan Komputer

Kemudian dari makalah lainnya dalam Journal of Geophysical Research: Planet, menjelaskan bagaimana mushballs ini pada dasarnya adalah hujan es yang kaya amonia yang terbentuk. Di Jupiter, pada suhu yang sangat rendah uap amonia akan larut ke dalam air es dan menghasilkan fasa cair, dan selama badai hebat Jupiter, hujan es terbentuk dari cairan ini dengan cara yang sama seperti di Bumi.

Bisa jadi, mushballs ini bertabrakan dengan partikel es di ketinggian saat dilempar oleh badai Jupiter yang sangat kuat hingga membangun muatan lisrik dan memicu petir dangkal.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini