SpaceX dan ULA Menangkan Kontrak Peluncuran Militer AS

Tasya Chrismonita, Jurnalis · Selasa 11 Agustus 2020 11:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 11 16 2260258 spacex-dan-ula-menangkan-kontrak-peluncuran-militer-as-59oll0rmtx.jpg (Foto: ABC News)

JAKARTA - Pejabat Angkatan Luar Angkasa dan Angkatan Udara AS mengatakan SpaceX dan United Launch Alliance (ULA) memenangkan kontrak peluncuran militer. Kontrak tersebut kemungkinan bernilai miliaran untuk meluncurkan muatan keamanan nasional selama lima tahun ke depan.

ULA akan menerima 60% dari kontrak peluncuran satelit, dan SpaceX menerima 40%.

Penghargaan tersebut merupakan bagian dari kompetisi layanan peluncuran empat arah yang dikenal sebagai Pengadaan Layanan Peluncuran Ruang Keamanan Nasional Tahap 2 yang diumumkan pada 2018. SpaceX dan ULA melawan Northrop Grumman dan Blue Origin.

Mengutip dari Space, Angkatan Udara memilih roket Falcon 9 dan Falcon heavy milik SpaceX untuk peluncuran keamanan nasional, bersama dengan roket Vulcan Centaur milik ULA, yang masih dikembangkan.

Penerbangan pertama diperkirakan pada 2021. ULA Vulcan Centaur akan mengakhiri ketergantungan negara pada mesin RD - 180 buatan Rusia yang saat ini digunakan pada roket Atlas V.

Departemen Pertahanan telah mencoba untuk mengakhiri ketergantungan pada mesin Rusia dan memberikan ULA pendanaan pengembangan putaran pertama untuk membantu mengembangkan roket baru. Vulcan Centaur akan didukung oleh mesin Blue Origin BE-4.

Sejauh ini, berdasarkan kesepakatan baru Angkatan Udara telah meminta tiga misi untuk tahun 2022. SpaceX akan mendapatkan USD316 juta untuk meluncurkan satu misi, yang disebut USSF-67, pada akhir tahun 2022.

Baca juga: Sejarah Singkat Mengenai Perkembangan Komputer

Sementara untuk ULA akan mendapatkan USD337 juta untuk meluncurkan dua misi (USSF-51 dan USSF-106) yang dijadwalkan masing-masing pada kuartal kedua dan keempat tahun fiskal 2022.

Sedangkan Blue Origin dan Northrop Grumman meski merasa kecewa karena tidak terpilih dalam kontrak fase 2, mereka tetap mengembangkan kendaraan peluncuran masing-masing.

Blue Origin saat ini sedang mengembangkan roket orbital baru, New Glenn, sementara Northrop Grumman sedang mengembangkan penguat OmegA untuk peluncuran di masa mendatang.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini