Bill Gates Habiskan Rp2,2 triliun agar Vaksin Covid-19 Jadi Murah

Farah Azka Gazali, Jurnalis · Selasa 11 Agustus 2020 15:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 11 16 2260394 bill-gates-habiskan-rp2-2-triliun-agar-vaksin-covid-19-jadi-murah-adP4OPC2bZ.jpg (Foto: Business Insider)

JAKARTA - Bantu penanganan Covid-19, Bill Gates, pendiri sekaligus filantropis Microsoft Corp berencana menyuntikkan dana sebesar USD150 juta atau sekira Rp2,2 triliun untuk membantu distribusi vaksin Covid-19 ke negara miskin dan berkembang.

Dilansir Vox, dana ini diberikan The Gates Foundation kepada Serum Institute – produsen vaksin terbesar di dunia dengan jumlah dosis dan penjualan secara global – untuk memproduksi 100 juta dosis begitu vaksin telah ditemukan.

“Kami berusaha untuk memastikan kami dapat mengakhirinya tidak hanya di negara-negara kaya,” ucap Bill Gates dalam sebuah wawancara bersama Bloomberg News, Selasa (4/8/2020).

Dengan tujuan ini, Gates juga menekankan bahwa dirinya kini fokus pada pengembangan vaksin berbiaya rendah. Mengingat sasarannya adalah mendistribusikan vaksin ke 92 negara miskin dan berkembang di dunia. Adapun 100 juta dosis yang dimaksudkan itu berdasar pada biaya produksi vaksin sebesar USD3 per dosis.

Namun tentunya ini tidak mudah. Menyajikan vaksis ampuh berbiaya rendah sangat bergantung pada bagaimana vaksin nantinya ditemukan. Sebagian dari 28 vaksin yang kini diuji memang berbiaya rendah, salah satunya milik perusahaan farmasi AstraZeneca dan Novavax. Namun adapula yang berbiaya tinggi.

“Karena cara Anda memproduksinya, dan kesulitan peningkatannya, kemungkinan besar - jika berguna - membantu di negara-negara kaya. Mereka tidak akan menjadi solusi berbiaya rendah dan terukur untuk dunia pada umumnya,” ucap Gates dalam wawancara dengan WIRED, dikutip Vox.

Baca juga: Proses Penciptaan Manusia Dijelaskan dalam Alquran

Meski begitu, setidaknya untuk saat ini Gates telah menjanjikan total dana sebesar USD500 juta – jumlah ini termasuk USD150 juta yang diumumkan sebelumnya – untuk pengangan pandemi. Selain itu ia juga telah menyasar peneliti vaksin lainnya yang memiki tujuan yang sama, yakni menciptakan vaksin dengan harga terjangkau untuk negara miskin dan berkembang, salah satunya Johnson & Johnson.

Upaya dan kepedulian Gates terhadap isu kesehatan dunia bukanlah yang pertama. Dapat dikatakan Gates telah menjadi salah satu pemimpin terkemuka dalam pengembangan vaksin.

Gates setidaknya telah mendedikasikan diri selama dua dekade terakhir melalui organisasi internasional bernama Gavi – sebuah organisasi yang didirikan pada tahun 2000 untuk meningkatkan akses vaksin ke negara-negara miskin di dunia. Selama itu pula sejumlah USD4 miliar ia hibahkan dalam upaya pengembangan vaksin dunia dan telah mengimunisasi 750 juta anak serta membantu menyelamatkan 13 juta nyawa.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini