36 Tahun Lalu, Manusia Pertama Berhasil Melayang Bebas di Luar Angkasa

Farah Azka Gazali, Jurnalis · Rabu 12 Agustus 2020 13:39 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 12 16 2260976 36-tahun-lalu-manusia-pertama-berhasil-melayang-bebas-di-luar-angkasa-kLy4iwXYxm.jpg (Foto: Getrevue/NASA)

JAKARTA - Untuk sebagian orang, nama Bruce McCandless mungkin tidak begitu familier. Setidaknya tidak sefamilier Neil Armstrong yang berhasil menjadi manusia pertama di bulan. Namun Bruce McCandless berhasil menjadi manusia pertama yang melayang bebas di luar angkasa tanpa sehelai tali.

Dilansir The Guardian, melakukan misi antariksa pada 1984, Bruce McCandless bersama beberapa orang awak lainnya melakukan misi pengiriman dua buah satelit komunikasi menggunakan pesawat ulang-alik Challenger. Selain mengirimkan satelit, ia juga mengambil kesempatan itu untuk melakukan uji coba terbang di luar angkasa.

Uji coba itu ia lakukan menggunakan ransel berkekuatan nitrogen bernama ‘Manned Maneouvering Unit (MMU)’. Sebuah ransel yang ia kembangkan sejak masa Skylab – stasiun ruang angkasa pertama – pada 1970.

Menggunakan ransel tersebut, McCandless berhasil melayang setidaknya selama empat jam dengan kecepatan 18.000 mph yang disesuaikan dengan kecepatan pesawat ulang-alik.

“Dia sendirian, sangat sendirian; makhluk di Bumi, mengambang tanpa ikatan dan bebas di angkasa hitam yang tak terbatas,” tulis Paul Recer dari Associated Press dalam The Patriot pada 8 Februari 1984, dikutip Penn Live.

Tidak mudah untuknya mencapai keberhasilan yang diinginkan. Selain memerlukan keberanian, setidaknya McCandless harus melakukan latihan terbang selama 300 jam sebelum akhirnya secara nyata melakukannya di luar angkasa.

Ini tidak mudah, dan tentunya tidak jarang yang skeptis menganggap ide itu tidak mungkin dilakukan. Namun ia menganggap latihan melelahkan itu justru menjadi sesuatu hal yang menggembirakan.

“Itu mungkin merupakan satu langkah kecil bagi Neil, tapi itu lompatan besar bagi saya," ucapnya pada hari ia melayang di luar angkasa, dikutip Penn Live.

 
Baca juga: Proses Penciptaan Manusia Dijelaskan dalam Alquran

Adapun selain dirinya, seorang rekan bernama Robert L Stewart juga turut melakukan uji coba tersebut. Ia menjadi orang kedua yang menyusul keberhasilan McCandless mengenakan MMU di luar angkasa sebelum akhirnya seluruh tim kembali ke Bumi setelah melakukan misi pengiriman satelit.

Sebelum menjadi manusia pertama yang melayang di luar angkasa, pada 1966 McCandless terpilih menjadi salah satu dari 19 orang termuda yang tergabung dalam “Nasa’s Astronaut Group Five”, di mana setengahnya terpilih terbang ke bulan dan setengah lainnya mengawaki proyek Skylab dan Shuttle.

Dengan keberhasilan itu, pada 1969 McCandless menjabat sebagai komunikator kontrol kapsul untuk misi pendaratan manusia pertama di bulan oleh Neil Armstrong dan Buzz Aldrin dalam misi Apollo 11. Peran itu berulang untuk pendaratan Apollo 14, sebelum pada akhirnya beberapa tahun kemudian ia berhasil melakukan beberapa misinya sendiri.

Kini, McCandless memang sudah tiada. Ia meninggal pada 2017 silam di usia ke-80 tahun. Meski begitu namanya akan tetap dikenang dalam sejarah sebagai manusia pertama yang melakukan lompatan besar dalam dunia antariksa.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini