Google Kembangkan Alat Pendeteksi Gempa untuk Android

Farah Azka Gazali, Jurnalis · Kamis 13 Agustus 2020 08:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 13 16 2261411 google-kembangkan-alat-pendeteksi-gempa-untuk-android-xx1XNWCRg2.jpg (Foto: Clark Howard)

JAKARTA - Google kini tengah mengembangkan teknologi pendeteksi gempa bumi menggunakan ponsel Android. Mengandalkan pendekatan berbasis crowdsource, Google mengubah fitur akselerometer pada ponsel Android menjadi fitur yang setara dengan seismometer tradisional.

Ini akan memudahkan mendeteksi gempa bumi dalam jangkauan global dan cakupan waktu yang lebih singkat. Dilansir Android Police, fitur ini kini tengah dikembangkan di California.

Bekerjasama dengan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) dan Kantor Layanan Darurat Gubernur California (Cal OES), uji coba akan melibatkan 700 seismograf di wilayah itu. Ini akan dikombinasikan dengan sistem dari ShakeAlert untuk mengirimkan peringatan dini kepada pengguna Android.

Mengutip The Verge, Google menyampaikan bahwa ponsel Android dipilih karena akselerometer pada ponsel dianggap efektif untuk menangkap gelombang P (Primer) saat gempa bumi terjadi. Gelombang ini menjadi sangat penting karena memiliki getaran yang lebih kecil dan sering kali tidak dikenali.

Jauh berbeda dibandingkan gelombang S (Sekunder) yang lebih besar dan menimbulkan kerusakan. Sehingga dengan ini harapannya pengguna dapat berlindung lebih awal sebelum gelombang susulan yang lebih besar datang.

Baca juga: Sejarah Singkat Mengenai Perkembangan Komputer

Untuk sistemnya, fitur ini tidak memerlukan identifikasi pengguna. Google hanya membutuhkan lokasi kasar dari getaran satu ponsel yang nantinya akan dikirim ke server deteksi gempa. Data dari setiap ponsel itulah yang nantinya akan diolah untuk memetakan lokasi dan memastikan apakah gempa bumi sedang terjadi.

Untuk saat ini, Google belum mengonfirmasi perihal Android versi berapa yang akan mendukung fitur ini. Namun setidaknya pihaknya menyatakan bahwa mereka akan merilis fitur tersebut secara global jika uji coba di California berhasil.

Besar kemungkinan fitur akan tersedia tanpa pengguna perlu melakukan pembaruan versi.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini