Ini Alasan Apple Hapus Game Fortnite dari App Store

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Jum'at 14 Agustus 2020 07:20 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 14 16 2261978 ini-alasan-apple-hapus-game-fortnite-dari-app-store-ylSGCI7ELh.jpg (Foto: Ubergizmo)

JAKARTA - Fortnite diluncurkan di iOS beberapa waktu lalu dan game ini sudah memberikan kontribusi terhadap pendapatan Apple. Game ini kabarnya menghasilkan USD2 juta per hari dari pembelian dalam aplikasi.

Apple mendapatkan bagian karena perusahaan memotong sebanyak 30% dari penjualan dalam aplikasi. Ini menandakan Apple meraih sekira USD600 ribu per hari dari game Fortnite, dikutip Ubergizmo.

Developer game, Epic baru-baru ini memutuskan terkait ide untuk meluncurkan pembayaran langsung dalam Fortnite, di mana mereka memberi harga penjualan mata uang dalam game mereka, V-Bucks, dengan harga yang lebih murah dibandingkan untuk membelinya menggunakan sistem pembelian dalam aplikasi Apple.

Hal ini membuat kesal Apple yang telah menghapus game tersebut dari App Store. Dalam sebuah pernyataan yang dibuat untuk MacRumors, Apple mengatakan, “Hari ini, Epic Games mengambil langkah yang tidak menguntungkan dengan melanggar pedoman ‌App Store yang diterapkan sama untuk setiap pengembang dan dirancang untuk menjaga keamanan toko bagi pengguna kami".

Perusahaan melanjutkan, "Akibatnya aplikasi Fortnite mereka telah dihapus dari toko. Epic mengaktifkan fitur di aplikasinya yang tidak ditinjau atau disetujui oleh Apple, dan mereka melakukannya dengan maksud melanggar pedoman ‌App Store‌ terkait pembayaran dalam aplikasi yang berlaku untuk setiap pengembang yang menjual barang atau layanan digital”.

Baca juga: Sejarah Singkat Mengenai Perkembangan Komputer

Namun, tampaknya ini menjadi rencana Epic selama ini, karena perusahaan tersebut telah mengajukan gugatan terhadap Apple. Gugatan tersebut tampaknya terkait menyoroti "pembatasan tidak masuk akal dan melanggar hukum Apple untuk sepenuhnya memonopoli kedua pasar".

Epic bukan satu-satunya perusahaan yang mempermasalahkan pemotongan 30% Apple. Di masa lalu, Spotify juga menyatakan ketidakpuasan mereka, sementara perusahaan lain seperti Amazon telah sepenuhnya menonaktifkan pembelian dalam aplikasi.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini