Ilmuwan Temukan Planet Ceres Miliki Kandungan Air Asin

Tasya Chrismonita, Jurnalis · Jum'at 14 Agustus 2020 09:20 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 14 16 2262016 ilmuwan-temukan-planet-ceres-miliki-kandungan-air-asin-kdI1JpvojA.jpg (Foto: New Scientist)

JAKARTA - Kawah Occator merupakan lokasi tumbukan masif di planet kerdil Ceres, yang terletak di sabuk asteroid. Dalam beberapa bulan terakhir, misi Dawn terbang hanya 22 mil (35 kilometer) di atas permukaan planet kerdil dan memfokuskan pada Kawah Occator.

Pada pengamatan sebelumnya dari misi tersebut menunjukkan bahwa semacam aktivitas geologi membawa air asin ke permukaan, dan para ilmuwan ingin melihat lebih dekat.

Melansir dari Space, sekarang analisis awal dari bulan-bulan terakhir sains menunjukkan bahwa Ceres mungkin telah aktif, menurut sebuah artikel yang merangkum tujuh makalah peneliti berbeda di jurnal Nature Communications, Nature Geosains dan Astronomi Alam.

Makalah penelitian baru berfokus pada sejumlah temuan menarik yang berbeda tentang Kawah Occator, yang berusia sekitar 22 juta tahun dan sekitar 57 mil (92 km), serta tentang Ceres secara lebih umum. Salah satu makalah berhipotesis bahwa kriovolkanisme dimulai hanya 9 juta tahun yang lalu dan berlanjut selama beberapa juta tahun.

Serangkaian endapan cerah terbentuk dalam jangka waktu tersebut dari air asin yang merembes keluar dari mantel Ceres melalui lapisan atas batuan. Aktivitas ini berlanjut hingga satu tahun yang lalu.

Vulkanisme ini, menurut penulis, tidak seperti yang lain di tata surya, karena terjadi pada objek yang relatif kecil yang tidak terpengaruh oleh tarikan gravitasi yang dialami oleh tempat-tempat seperti bulan milik Jupiter, Io.

Air asin yang mengendap di permukaan dipastikan terjadi baru-baru ini dan mungkin terus bergerak melalui asteroid saat ini. Garam-garam ini juga bisa memecahkan teka-teki tentang apa yang membuat Ceres relatif hangat tanpa tarikan gravitasi dan berfungsi menjaga kantong cairan di dalam asteroid.

Baca juga: Sejarah Singkat Mengenai Perkembangan Komputer

Dampak dari terbentuknya Kawah Occator sendiri mungkin telah membawa panas ke planet kerdil untuk memicu rembesan air asin yang meninggalkan endapan cerah di permukaan dengan memaksa air garam melewati retakan yang lebih tua di batuan.

Makalah lainnya membahas mengenai gelombang baru, peneliti menganalisis bagaimana kerak Ceres berbeda di setiap lokasi yang berbeda, serta bagaimana gundukan dan bukit di dalam kawah mungkin terbentuk dan bagaimana endapan asin jika dibandingkan dengan aktivitas di bulan dan di Mars. Penelitian-penelitian ini diharapkan bisa menjadi dasar bagi misi baru ke Ceres.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini