Fitur Baru Adobe Bantu Identifikasi Foto Palsu

Tasya Chrismonita, Jurnalis · Jum'at 14 Agustus 2020 16:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 14 16 2262234 fitur-baru-adobe-bantu-identifikasi-foto-palsu-d23i2y3vA0.jpg (Foto: MacUpdate)

JAKARTA - Adobe akan menggunakan penandaan metadata dan kriptografi untuk membantu publik mengetahui keaslian gambar, video, dan konten lainnya. Teknologi tersebut akan diuji coba perdana.

Dalam whitepaper baru-baru ini, perusahaan mengatakan akan mengirimkan versi pratinjau Photoshop yang menyertakan teknologinya akhir tahun ini. Perusahaan juga berencana untuk mengintegrasikannya ke Behance, jaringan media sosialnya untuk para profesional kreatif.

Mengutip dari Engadget, Photoshop akan menambahkan tag ke gambar yang dibuat pengguna, yang akan memberikan wawasan tentang asal-usul mereka. Tag tersebut dapat memberi tahu Anda siapa fotografer asli suatu gambar, serta kapan dan di mana mereka mengambil foto itu dan detail tersebut akan ditandatangani secara kriptografis untuk menjamin keasliannya.

Baca juga: Guncangan Dahsyat Awali Peristiwa Kiamat Dijelaskan Alquran dan Sains

Seperti yang ditunjukkan Wired, pembaruan ini suatu hari nanti dapat membantu jaringan media sosial seperti Twitter dan Facebook mendukung sistem otomatis yang sudah mereka gunakan untuk menandai gambar yang menyesatkan. Salah satu contoh dari penggunaan fitur ini, misalkan ada sebuah tragedi terjadi dan orang-orang membagikan fotonya dari tempat kejadian, teknologi ini akan berfungsi membantu sistem dalam mencegah gambar yang diklaim seseorang berasal dari peristiwa yang sama.

Namun, sistem tersebut hanya akan efektif pada perusahaan dan organisasi yang mengadopsinya. Untuk menghindari semua gambar menyesatkan yang dibagikan secara online, produsen kamera, software developers, jaringan media sosial, dan outlet media perlu mengadopsi standar tersebut.

Photoshop terus bekerja untuk membatasi penyebaran informasi bohong adalah sesuatu yang telah dipikirkan Adobe selama beberapa waktu. Saat ini, perusahaan menggunakan sistem penandaan untuk menemukan berbagai gambar palsu.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini