Ilmuwan Cari Tahu Penyebab Redupnya Bintang Betelgeuse

Tasya Chrismonita, Jurnalis · Jum'at 14 Agustus 2020 17:37 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 14 16 2262248 ilmuwan-cari-tahu-penyebab-redupnya-bintang-betelgeuse-lXOdloKrmE.jpg (Foto: Science Focus)

JAKARTA - Bintang super raksasa merah Betelgeuse menjadi populer pada musim dingin lalu yang dimulai pada Desember dan berakhir pada Februari. Penampakan peredupan yang luar biasa, dengan begitu dramatis sehingga bintang itu keluar dari 20 bintang paling terang.

Para ilmuwan dibuat bingung tentang penyebabnya. Betelgeuse dikenal bervariasi dalam kecerahannya, berubah pada siklus yang lebih atau kurang teratur.

Melansir dari IFLScience, beberapa hipotesis menjadi pusat perhatian untuk menggambarkan apa yang terjadi. Beberapa memberikan penjelasan intrinsik, bintang meredup karena sesuatu yang terjadi di dalam, seperti debu di atmosfernya atau titik dingin raksasa.

Sedangkan hipotesis lain mengatakan cahaya itu diblokir oleh awan material, meletus oleh bintang itu sendiri, mendingin dan menghalangi sebagian cahaya. Pandangan ini sekarang memiliki bukti baru untuk mendukungnya berkat Teleskop Luar Angkasa Hubble.

Studi lain yang dipublikasikan di The Astrophysical Journal, pada November 2019, peneliti mengamati materi panas meninggalkan permukaan bintang dan bergerak melalui atmosfernya. Ketika material ini bergerak di luar angkasa, material akan mengembung, mendingin, dan akhirnya memblokir sebagian cahaya bintang. Ini menghasilkan peredupan yang ditingkatkan yang mereka saksikan beberapa bulan lalu.

“Dengan Hubble, kami melihat materi saat meninggalkan permukaan bintang yang terlihat dan bergerak keluar melalui atmosfer, sebelum terbentuk debu yang menyebabkan bintang tampak redup,” kata pemimpin peneliti Andrea Dupree, direktur asosiasi di The Center for Astrophysics, Harvard & Smithsonian.

Baca juga: Ini Tanda-Tanda Kiamat dalam Penjelasan Alquran dan Sains

Mereka melihat efek dari daerah padat dan panas di bagian tenggara bintang yang bergerak ke luar.

Materi tersebut memiliki dua hingga empat kali lebih terang dari kecerahan normal bintang. Dupree menambahkan, sekitar sebulan kemudian belahan selatan Betelgeuse meredup secara mencolok saat bintang semakin redup, peneliti berpikir ada kemungkinan bahwa awan gelap dihasilkan dari aliran keluar yang terdeteksi oleh Hubble.

Kemungkinan lain, pelepasan materi itu terkait dengan siklus bintang. Itu berarti peneliti masih harus mengamati lebih lanjut mengenai fenomena tersebut dengan Teleskop Luar Angkasa Hubble sesegera mungkin.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini