66 Tahun Lalu, Kisah Nyata Wanita Terkena Meteorit di Alabama

Farah Azka Gazali, Jurnalis · Sabtu 15 Agustus 2020 09:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 14 16 2262354 66-tahun-lalu-kisah-nyata-wanita-terkena-meteorit-di-alabama-17xviGkiNZ.jpg (Foto: Alabama Natural History Museum/Archyde)

JAKARTA - Fenomena jatuhnya meteor ke permukaan Bumi mungkin jarang diketahui orang. Kenyataannya batuan luar angkasa itu menghantam Bumi setiap hari.

Dilansir Cosmos Magazine, setidaknya terdapat 17 meteor jatuh setiap harinya, menjadi meteorit dan mendarat di tanah. Dari jumlah itu, hingga kini ada satu kisah yang sangat populer, yakni kisah jatuhnya meteorit yang tidak mematikan.

Dilansir Insider, pada 30 November 1954, sebuah meteor berhasil menghantam Bumi dan mendarat sebagai meteorit di wilayah Sylacauga, Alabama. Berbeda dengan peristiwa Siberia Tunguska pada 1908, salah satu pecahan meteorit itu jatuh mengenai seorang wanita bernama Ann Hodges.

Mendarat dan Menabrak

Kejadian itu terjadi ketika Ann Hodges – seorang wanita Alabama berusia 34 tahun – sedang tidur siang di sofa rumahnya. Bersumber dari Slate Magazine (30/11/14), meteorit seberat 8,5 pon itu jatuh tepat pada pukul 14:46, menerobos atap rumah dan terpental setelah menabrak sebuah radio sebelum akhirnya mendarat tepat di pinggul kiri Ann.

Kisah Ann menjadi sesuatu yang langka. Pasalnya sering kali meteorit jatuh di permukaan yang luas seperti ladang atau laut. Sebut saja contohnya peristiwa Siberia Tunguska pada 1908 yang menghabiskan lebih dari 80 juta pohon dalam dua detik, dikutip Live Science.


Baca juga: Ini Tanda-Tanda Kiamat dalam Penjelasan Alquran dan Sains

"Pikirkan berapa banyak orang yang telah hidup sepanjang sejarah manusia. Anda memiliki peluang lebih besar untuk terkena tornado dan sambaran petir dan badai pada saat yang bersamaan,” ucap Michael Reynolds, seorang astronom sekaligus penulis buku Falling Stars: A Guide to Meteors & Meteorites, dikutip National Geographic.

Sebenarnya meteorit itu memang jatuh ke ladang beberapa mil jauhnya dari rumah Ann – bahkan ditemukan pecahan lain oleh seorang petani bernama Julius Kempis McKinney – namun anehnya ia pun jatuh menimpa rumah. Ini tidak membuat Ann dalam bahaya, tapi setidaknya berhasil memberikan memar sebesar jeruk bali.

Diamankan Angkatan Udara

Menjadi kisah langka, tentu saja Ann terkenal dalam waktu singkat. Warga Sylacauga berkerumun di sekitar rumahnya, hingga akhirnya ia memutuskan untuk mengungsi ke rumah sakit untuk menghindari keramaian.

“Dia dibawa ke rumah sakit, bukan karena dia terluka parah sehingga dia perlu dirawat di rumah sakit, tetapi karena dia sangat putus asa dengan seluruh kejadian itu. Dia adalah orang yang sangat gugup, dan dia tidak menyukai semua ketenaran atau orang sekitar,” ucap Mary Beth Prondzinski, Manajer Koleksi di Museum Sejarah Alam Alabama kepada Insider.

Di saat yang sama, akibat dari paranoid warga sekitar atas ancaman bom atom dan Soviet, pada akhirnya batuan itu disita oleh pihak angkatan udara untuk diteliti. Pada akhirnya pihak angkatan udara mengonfirmasi bahwa benda itu adalah meteorit, batuan, dan tidak lebih dari itu sebagaimana yang dikhawatirkan.

Pulang dan Konflik

Mendapatkan kejelasan, tidak ada yang tahu apa yang harus dilakukan dengan bongkahan itu. Hingga pada akhirnya masyarakat setuju bahwa Ann adalah pemilik sah – mengingat batuan itu menghantam pinggulnya – maka angkatan udara mengembalikannya pada Ann.

“Saya merasa meteorit itu milik saya," ucap Ann menurut pihak museum dikutip National Geographic. "Saya pikir Tuhan menginginkannya untuk saya. Bagaimanapun, itu menghantam saya!".

Namun kembalinya batu justru membawa permasalahan baru. Ann dan suaminya, Eugene Hodges, hanyalah penyewa dari rumah yang ia tempati. Mengetahui batuan itu memiliki nilai jual yang cukup untuk memperbaiki atap, Birdie Guy – wanita janda pemilik rumah – merasa itu adalah haknya. Maka pada akhirnya persidangan untuk batuan itu dimulai selama satu tahun.

Hak milik meteorit akhirnya jatuh pada Ann. Dengan Birdie Guy mencabut gugatan dan menerima USD500 sebagai gantinya. Namun setahun adalah waktu yang lama, dan batu itu kehilangan daya minatnya.

Ini menimbulkan permasalahan baru di mana Ann pada akhirnya berpisah dengan sang suami pada 1964 karena Eugene menginginkan keuntungan dari meteorit.

Pada akhirnya, Ann hidup sendiri dan ia tidak bisa pulih total dari hantaman meteorit. Adapun batu itu disumbangkan ke museum sejarah alam pada 1956 dan masih dipajang hingga kini. Sementara itu, Ann diketahui telah meninggal dunia di usia ke-52 tahun pada 1972 akibat gagal ginjal di sebuah panti jompo di Sylacauga, Alabama.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini