Ilmuwan Temukan 30 Spesies Baru di Perairan Galapagos

Farah Azka Gazali, Jurnalis · Rabu 19 Agustus 2020 09:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 19 16 2264239 ilmuwan-temukan-30-spesies-baru-di-perairan-galapagos-kb8U999xjn.jpg (Foto: AFP)

JAKARTA - Ekspedisi dari tim ilmuwan kelautan internasional berhasil temukan 30 spesies baru di perairan dalam kepulauan Galapagos, Ekuador. Temuan ini diumumkan melalui unggahan pada laman web Direktorat Taman Nasional Galapagos (GNP) pada Senin (17/8/2020).

Dalam unggahan, pihak GNP menyatakan semua spesies yang ditemukan merupakan spesies hewan tidak bertulang belakang atau invertebrata yang hidup di laut. Adapun temuan ini meliputi empat spesies lobster jongkok, satu karang cup raksasa, sepuluh karang bambu, tiga oktokoral, satu bintang laut rapuh, dan sebelas spons.

Tidak hanya itu, melalui investigasi sedalam 3.400 meter di bawah laut ini, para ilmuwan juga berhasil menemukan beberapa habitat yang rapuh. Habitat ini ditemukan pada kedalaman 290 hingga 3.373 meter. Salah satu temuan ialah koloni karang air dingin yang diberi predikat “Ekosistem Laut yang Rentan” oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa.

“Penemuan ini termasuk karang lunak soliter raksasa pertama yang dikenal dengan Pasifik Timur Tropis, genus spons kaca baru yang dapat tumbuh dalam koloni dengan lebar lebih dari satu meter, dan kipas laut berwarna-warni yang menampung segudang spesies terkait," ucap Charles Darwin Foundation (CDF) mengatakan dalam pernyataan terpisah, dikutip News18.

Untuk mendapatkan temuan ini, ilmuwan dari CFD bekerjasama dengan Direktorat Taman Nasional Galapagos dan Ocean Exploration Trust mengirimkan dua buah kendaraan bawah air bernama Argus dan Hercules. Keduanya merupakan yang paling modern dan merupakan kendaran Remote Operated Vehicle (ROV) atau dapat dikendalikan dari jarak jauh melalui kapal E / V Nautilus.

Baca juga: Masya Allah, Tanda-Tanda Kiamat Dijelaskan dalam Alquran dan Sains

Selama sepuluh hari pada 2015 silam, Argus dan Hercules melakukan eksplorasi menjelajah tiga gunung bawah laut yang terletak di sekitar pulau Darwin dan Wolf. Ini merupakan yang pertama kali dilakukan pada wilayah yang kini dikenal sebagai rumah bagi populasi hiu terbesar di dunia. Tentunya kini wilayah itu juga akan terkenal sebagai rumah dari sebagian besar ekosistem laut.

“Penemuan ini menegaskan bahwa Galapagos adalah laboratorium hidup dengan proses biologi dan ekologi yang sedang berlangsung dan masih harus dieksplorasi, yang menjadikannya situs luar biasa yang pantas mendapatkan semua upaya kami untuk melestarikannya,” ucap Paulo Proaño, Menteri Lingkungan dan Air, dikutip dalam unggahan website GNP.

Dengan ini, pihak ilmuwan kini telah membuktikan betapa pentingnya eksplorasi laut. Sementara itu, untuk saat ini hasil dari investigasi yang dilakukan lima tahun lalu itu telah dipublikasikan dalam jurnal Scientific Reports.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini