Akun Facebook Bakal Digunakan untuk Akses Oculus VR

Farah Azka Gazali, Jurnalis · Rabu 19 Agustus 2020 19:47 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 19 16 2264677 akun-facebook-bakal-digunakan-untuk-akses-oculus-vr-IqsWezYMnW.jpg (Foto: Time Magazine)

JAKARTA – Oculus VR umumkan perubahan login untuk perangkat realitas virtual mereka. Dalam unggahan website pada Selasa (18/8/2020), secara resmi pihaknya menyatakan bahwa dalam beberapa bulan pengguna akan memerlukan akun Facebook untuk dapat login saat menggunakan perangkat.

Akan ada dua tahap perubahan yang dilakukan oleh Oculus. Perubahan pertama akan dilakukan pada Oktober mendatang untuk pengguna baru. Ini secara otomatis pengguna baru tidak akan memiliki akun Oculus VR dan langsung dialihkan menggunakan akun Facebook.

Sementara itu, untuk pengguna lama perubahan akan dilakukan setelah 1 Januari 2023. Selama jarak waktu dua tahun itu pihak Oculus menyediakan dua opsi sebelum akhirnya pengguna akan benar-benar dialihkan pada akun Facebook.

Opsi pertama ialah pengguna dapat login menggunakan akun Oculus mereka dan setelahnya mengintegrasikan akun tersebut dengan akun Facebook. Sedangkan opsi kedua, pengguna dapat tetap bertahan menggunakan akun Oculus selama dua tahun sampai waktu peralihan total dilakukan pada 2023.

Akun Oculus pada dasarnya masih dapat digunakan setelah pemberhentian dukungan pada 2023. Namun secara tidak langsung pihaknya juga menegaskan bahwa bertahan dengan akun tersebut hanya akan membuat performa tidak sempurna.

Ini akan menghambat fungsionalitas penuh yang disediakan, termasuk beberapa game yang kemungkinan tidak akan berfungsi sama sekali.

Meski hal ini dapat mengecewakan beberapa pihak, sebagai gantinya Oculus menjanjikan beberapa keuntungan lain. Mengingat Facebook merupakan platform sosial, pihaknya mengklaim ini akan memberikan “lebih banyak pengalaman multipemain dan sosial yang diberdayakan Facebook segera hadir di VR, seperti Horizon, tempat Anda dapat menjelajahi, bermain, dan menciptakan dunia.”

Fitur ini juga akan termasuk obrolan, berbagi aktivitas di laman Facebook, dan melakukan pesta secara virtual. Pihaknya juga menyatakan bahwa privasi masih dapat dijaga dengan pengguna dapat “memilih informasi tentang aktivitas VR yang Anda posting ke profil Facebook atau timeline Anda, baik dengan memberikan izin untuk memposting atau dengan memperbarui pengaturan Anda.”

Baca juga: Sejarah Singkat Mengenai Perkembangan Komputer

Secara keseluruhan, meski akun Oculus dan Facebook akan terintegrasi, pengguna masih dapat memiliki kuasa atas privasi dan kenyamanan apa yang mereka kehendaki. Pengguna juga dapat membuat nickname realitas virtual mereka.

Dilaporkan VentureBeat, Oculus VR telah diakusisi oleh Facebook pada 2014. Sehingga ini tampaknya menjadi langkah lanjutan dari akusisi yang dilakukan enam tahun lalu. Adapun bersamaan dengan hal tersebut, hingga kini Facebook masih memiliki eksistensi yang cukup baik di antara pengguna.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini