Teknologi Sinar UVC untuk Perangi Covid-19, Amankah?

Farah Azka Gazali, Jurnalis · Sabtu 22 Agustus 2020 06:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 22 16 2265617 teknologi-sinar-uvc-untuk-perangi-covid-19-amankah-LkI95XcefT.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Pandemi Covid-19 kini menuntut manusia untuk hidup lebih sehat dengan menjaga sanitasi mereka. Ada banyak cara yang dilakukan, termasuk memakai masker dan mencuci tangan secara teratur. Namun memikirkan efisiensi dan efektivitas, penggunaan produk sinar Ultraviolet-C (UVC) atau lampu “germicidal” juga menjadi salah satu yang cukup digemari.

UVC Ampuh Bunuh Kuman

Dilansir CNET, sinar UVC memiliki keunggulan panjang gelombang yang sangat pendek. Ia juga mampu mengubah DNA dan RNA sel organik, sehingga diklaim mampu membunuh 99,9% kuman dan bakteri – termasuk virus penyebab SARS dan MERS.

Administrasi Makanan dan Obat (FDA) di Amerika Serikat juga mengatakan UVC mampu menjadi disinfektan untuk udara, air, maupun permukaan tidak berpori.

Penggunaan UVC sebenarnya bukanlah hal baru. Sebelumnya sinar kuat ini sudah dipakai di rumah sakit maupun laboratorium. Tidak hanya itu, UVC juga digunakan pada maskapai penerbangan maupun hotel jauh sebelum adanya Covid-19.

Adapun kini, dengan adanya virus Covid-19 dan gerakan menjaga sanitasi, penggunaan lampu LED dengan sinar UVC menjadi hal yang dekat dengan masyarakat. Dilaporkan CNET, Signify – atau yang sebelumnya dikenal sebagai Philips Lighting – mengonfirmasi bahwa produksi perangkat sinar UV meningkat delapan kali lipat semenjak pandemi.

Adapun sinar UVC kini hadir dalam berbagai bentuk. Mulai dari kipas, drone, hingga tongkat bercahaya mirip lightsaber.

Menguntungkan Namun Berbahaya

Sayangnya, terlepas dari keunggulannya, penggunaan sinar UVC tidak selalu membawa keuntungan. UVC pada dasarnya tidak bisa digunakan sembarangan. Karena UVC yang lebih kuat dari UVA dan UVB ini memiliki sifat karsinogenik. Ia dapat membakar kulit dan mata hanya dalam hitungan detik waktu paparan.

Adapun, resiko penggunaan sinar UVC sebenarnya beragam. Menurut FDA, resiko ini bergantung pada panjang gelombang, durasi, dan dan dosis yang disediakan setiap perangkat. Sinar UVC untuk penggunaan pribadi (rumah) memang berdosis rendah, namun perlu diketahui UVC secara keseluruhan pada dasarnya memang cukup berbahaya.

Selain membakar kulit dan mata, UVC dapat berpotensi menghasilkan ozon yang berbahaya untuk pernapasan.

Meski demikian, sayangnya tidak semua produsen berbaik hati mencantumkan cara pemakaian dan peringatan yang lengkap pada setiap produk. Terlebih, kini berbagai produsen juga memproduksi alat dengan sinar UVC yang belum tentu terbukti keamanannya.

Iming-iming harga murah dengan klaim membunuh 99,9% kuman menjadi lebih menarik dibandingkan kesadaran manusia untuk berfikir jangka panjang. Pertimbangan itu pada akhirnya cenderung kurang, dan manusia tidak begitu hati-hati.

 
Baca juga: Mengenal Istilah NFC pada Smartphone Android

“Selama pandemi, kami telah melihat peningkatan minat yang besar terhadap perangkat UV pembunuh kuman, termasuk perangkat yang sekarang lebih banyak berhadapan dengan konsumen. Ini bisa sangat berbahaya jika Anda tidak menggunakannya dengan benar,” ucap Todd Straka, Direktur Industri pencahayaan Global di Underwriters Laboratories – tempat pengujian dan sertifikasi produk UVC – dikutip CNET.

Dari bahaya ini, salah satu yang menimbulkan resiko adalah penggunaan mercuri pada produk sinar UVC. Hal ini tidak akan terlihat dan tentunya tidak akan langsung Anda rasakan maupun sadari.

“Ini adalah bahaya yang tidak bisa Anda lihat. Itu bukan mainan. Itu tidak instan. Harus ada waktu agar perangkat berada di tempatnya agar dapat melakukan pekerjaan yang dimaksudkan. Kerusakan yang terjadi juga tidak seketika. Jadi mungkin perlu beberapa hari sebelum Anda menyadari bahwa Anda telah merusak mata Anda atau menyebabkan luka bakar pada kulit Anda,” jelas Pamela Gwynn, insinyur utama untuk Ilmu Kesehatan dan Kehidupan UL – perusahaan sertifikasi global – dikutip CNET.

Pada dasarnya, kuman dan bakteri tidak akan serta merata mati meskipun Anda memiliki beragam perangkat sinar UVC. Ada tata cara khusus yang perlu diperhatikan, karena kuman dan bakteri hanya dapat mati saat terpapar langsung dengan sinar UVC. Sebelum membeli, ada baiknya Anda memastikan hal tersebut, yakni bagaimana tata cara yang harus dilakukan. Karena tidak hanya untuk efektivitas, ini juga untuk perlindungan diri Anda.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini