Ilmuwan Dorong Kecepatan Download 178 TB per Detik

Farah Azka Gazali, Jurnalis · Minggu 23 Agustus 2020 17:33 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 23 16 2266136 ilmuwan-dorong-kecepatan-download-178-tb-per-detik-UCznBPy6be.jpg (Foto: Pixabay)

JAKARTA - Sekelompok peneliti dari University College London yang dipimpin oleh Dr. Lidia Galdino dari UCL Electronic & Electrical Engineering berhasil menemukan kecepatan internet terbaru. Diklaim sebagai pemegang rekor kecepatan internet tercepat di dunia, temuan ini berhasil menghasilkan kecepatan sebesar 178 Tbps (terabit per detik).

Dilansir Screenrant, kecepatan ini berhasil dibentuk dengan mengandalkan bandwith yang lebih lebar dari apa yang biasanya digunakan pada serat optik. Umumnya, serat optik akan menggunakan bandwith dengan spektrum yang terbatas atau hanya sebesar 4,5 THz saja. Namun pada penelitian ini mereka memutuskan untuk meningkatkannya sebesar tiga kali lipat menjadi 16,8 THz.

“Meskipun interkoneksi pusat data cloud terkini mampu mengangkut hingga 35 terabit per detik, kami bekerja dengan teknologi baru yang memanfaatkan infrastruktur yang ada secara lebih efisien, memanfaatkan bandwidth serat optik dengan lebih baik dan memungkinkan kecepatan transmisi rekor dunia 178 terabit per detik,” ucap Galdino dalam sebuah pernyataannya, dikutip Fox 7 Austin.

Dengan peningkatan ini, pada akhirnya transmisi data yang dilakukan dapat bekerja dua kali lipat lebih cepat dibandingkan yang sudah ada saat ini. Hal ini juga membuat kecepatan 178 Tbps itu setara seperlima lebih cepat dibandingkan kecepatan yang diciptakan Jepang selaku pemegang rekor sebelumnya.

Bahkan pada Mei, tim dari Australia mencapai kecepatan 44 Tbps saja dengan serat broadband standar sepanjang 75 kilometer.

Melansir Fox 7 Austin, sebagai gambaran dari seberapa hebat kecepatan ini, timnya mengklaim bahwa dengan 178 Tbps, Anda dapat mengunduh data sebesar lubang hitam pertama di dunia hanya dalam waktu kurang dari satu jam. Jika belum bisa membayangkannya, setidaknya data sebesar lubang hitam itu harus menggunakan setengah ton hard drive untuk penyimpanan dan perlu diangkut menggunakan pesawat.

Selain menghasilkan kecepatan baru, penemuan ini dapat dikatakan juga menjadi harapan baru untuk kehidupan internet di masa depan. Terlebih untuk kehidupan saat ini yang sudah sangat menuntut penggunaan internet dengan adanya pandemi. Kabar baik lainnya, meski memiliki kecepatan yang dapat dikatakan fantastis, temuan ini diklaim sebagai teknologi yang hemat biaya.

Screenrant melaporkan, untuk mengaktifkannya hanya diperlukan pemasangan amplifier di sepanjang rute serat yang sudah ada. Spesifiknya, amplifier ini harus dipasang pada jarak 40 hingga 100 kilometer pada rute serat, dan ini hanya akan memakan biaya sebesar Rp310 juta per amplifier.

Baca juga: Sejarah Singkat Mengenai Perkembangan Komputer

Ini tentunya menjadi sebuah solusi gemilang dan dapat menjadi revolusi internet jika terus dikembangkan. Setidaknya, paling mudah ini dapat diterapkan di pusat kota atau wilayah industri besar yang umumnya paling mudah mendapatkan jaringan internet.

Untuk saat ini, secara resmi temuan tersebut telah tercantum dalam IEEE Photonics Technology Letters yang sudah dipublikasi pada 20 Juli 2020.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini