Ilmuwan Temukan Fosil Bintang Laut Purba dalam Keadaan Utuh

Farah Azka Gazali, Jurnalis · Selasa 25 Agustus 2020 19:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 25 16 2267345 ilmuwan-temukan-fosil-bintang-laut-purba-dalam-keadaan-utuh-2UYjUl1Y58.jpg (Foto: Dr Ben Thuy)

JAKARTA – Melalui jurnal PeerJ, ahli paleontologi dari Museum Sejarah Alam di Luxemberg dan Maastricht umumkan temuan spesies bintang rapuh baru pada Senin (24/8/2020). Temuan ini diberi nama Ophiomitrella floorae, diambil dari nama musisi terkenal berkebangsaan Belanda, Floor Jansen.

Nama itu dianggap sebagai apresiasi atas inspirasi sains dan musik. Dilansir Courthouse News Service, Ophiomitrella floorae diidentifikasi sebagai Echinodermata mirip bintang laut.

Ia diyakini hidup pada masa Cretaceous atau akhir kehidupan dinosaurus. Fosil itu ditemukan 20 tahun lalu di wilayah bekas tambang ENCI HeidelbergCement di dekat kota Belanda oleh seorang kolektor fosil.

Hal unik dari fosil yang ditemukan, kerangka itu masih berada dalam keadaan utuh saat ditemukan. Ini cukup jarang, mengingat umumnya fosil ditemukan hanya beberapa bagian atau dalam kata lain, dalam bentuk pecahan.

Meski utuh, para ahli tidak dapat memastikan secara langsung jika fosil tersebut termasuk dalam spesies bintang rapuh.

Phys melaporkan, kerangka Ophiomitrella floorae memiliki ukuran yang kecil. Ukuran itu jauh berbeda dibandingkan jenis bintang rapuh pada umumnya. Namun Dr John Jagt, ahli paleontologi di Museum Sejarah Alam di Maastricht langsung mengidentifikasinya sebagai bintang rapuh dengan tulang belakang panjang.

“Saya menganggap spesimen itu termasuk dalam kelompok bintang rapuh yang sangat langka dalam catatan fosil, tetapi identitas aslinya tetap membingungkan dengan informasi yang ada. Saat memeriksa mikrofosil yang diekstraksi dari batuan yang sama yang menghasilkan fosil bintang rapuh, saya melihat fragmen kerangka mikroskopis yang tampaknya berasal dari spesies yang sama,” ucap Dr John Jagt, dikutip Phys.

Meski pada awalnya tampak meragukan, namun setelah 20 tahun lamanya, pada akhirnya Ophiomitrella floorae dapat dinyatakan sebagai bintang rapuh. Pembenaran ini dibuktikan setelah Dr. Ben Thuy dan Dr. Lea Numberger, ahli paleontologi di Museum of Natural History di Luxemberg, melakukan identifikasi ulang dengan sudut pandang dan teknologi baru dalam dunia paleontologi.

Identifikasi ulang yang dilakukan Thuy dan Numberger dilakukan dengan mengandalkan “sisa-sisa kerangka mikroskopis dan kerangka fosil lengkap dari spesies bintang rapuh yang sama.” Dengan itu, tidak hanya menemukan spesies baru, mereka juga berhasil membuka fakta baru mengenai spesies yang hidup di laut.

“Bintang baru yang rapuh pasti hidup di laut yang dangkal dan hangat, sementara kerabatnya yang masih hidup ditemukan di laut dalam. Hal ini menunjukkan adanya pergeseran besar dalam distribusi selama jutaan tahun terakhir,” ucap Dr. Ben Thuy, dikutip Courthouse News Service.

Baca juga: Ditemukan Objek Mirip Tulang Manusia di Mars, Ini Penjelasan NASA

Selain masalah pergeseran wilayah, Thuy dan Numberger juga menemukan fakta baru bahwa Ophiomitrella floorae membungkus dirinya dengan tanaman laut. Ini menjadi unik, sebab menurut mereka sangat jarang ahli paleontologi berhasil menemukan interaksi antar spesies melalui fosil.

Untuk saat ini, specimen dari Ophiomitrella floorae dipertunjukkan dalam pameran keliling “Rock Fossils on Tour” oleh Museum Sejarah Alam di Maastricht (hingga 3 Januari 2021). Pihak Museum juga mempertunjukkan fosil lain yang diberi nama dari musisi terkenal. Salah satunya, Kalloprion kilmisteri, yakni fosil cacing purba yang dinamai dari musisi Ian 'Lemmy' Kilmister dari Motörhead.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini