Selama Pandemi, Penjualan Ponsel Pintar Turun 20,4% di Seluruh Dunia

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Rabu 26 Agustus 2020 12:39 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 26 16 2267674 selama-pandemi-penjualan-ponsel-pintar-turun-20-4-di-seluruh-dunia-S2Z0WYlmQ0.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PANDEMI Covid-19 memang membuat banyak sektor industri mengalami pukulan. Bahkan, sebuah laporan baru dari Gartner mengatakan penjualan ponsel pintar global turun 20,4 persen menjadi 295 juta pada Q2-2020.

"Pembatasan perjalanan, penutupan ritel dan pengeluaran yang lebih hati-hati untuk produk-produk yang tidak penting selama pandemi menyebabkan penurunan penjualan ponsel pintar dua kali berturut-turut tahun ini," kata Anshul Gupta, direktur riset senior di Gartner, seperti dilansir dari engadget.

Dari pabrikan telepon utama, hanya Apple yang keluar relatif tanpa cedera. Menurut Gartner, perusahaan tersebut menjual 38 juta iPhone pada Q2 2020, turun 0,4 persen dari tahun ke tahun.

Smartphone

Perusahaan mengatakan rilis terbaru dari iPhone SE, telah memperbaiki kondisi pasar di China membantu perusahaan. Selain itu, yang juga membantu Apple atau setidaknya tidak merugikannya adalah situasi di India.

Pasalnya, penjualan ponsel pintar di India mengalami penurunan 46 persen, Gartner mengatakan negara Asia Selatan itu mengalami penurunan terburuk dalam penjualan ponsel pintar di antara lima pasar ponsel teratas secara global.

Sebelum pandemi, India adalah salah satu dari sedikit tempat di mana penjualan ponsel pintar tumbuh secara global, tetapi negara itu menerapkan lockdown yang ketat untuk mengatasi virus corona. Meskipun Apple telah hadir di India sebelum pandemi, terutama di segmen premium, Apple tidak termasuk di antara lima produsen teratas.

Pada Q2-2019, Samsung dan empat perusahaan China yakni Xiaomi, Vivo, Realme dan Oppo, menjadi ponsel paling laris di India. Tiga dari perusahaan tersebut, Samsung, Xiaomi dan Oppo, juga muncul dalam daftar merek ponsel terbesar Gartner secara global, dan mereka adalah produsen yang sama yang mengalami penurunan paling tajam dalam penjualan ponsel mereka.

Samsung, mengalami tiga bulan terakhir yang sulit. Perusahaan Korea Selatan itu menjual sekitar 54 juta unit pada Q2-2020, turun 27,1 persen dari tahun ke tahun. Xiaomi dan Oppo juga tidak jauh lebih baik. Mereka melihat penjualan ponsel mereka turun masing-masing sebesar 21,5 persen dan 15,9 persen.

Bagi Huawei, kerugian Samsung adalah keuntungan perusahaan. Gartner mengatakan keduanya berada dalam "ikatan virtual" untuk posisi nomor satu. Firma riset Canalys baru-baru ini mengatakan Huawei mengirimkan lebih banyak ponsel daripada Samsung pada kuartal terakhir ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini