Ilmuwan Temukan Isotop Radioaktif dari Supernova di Dasar Laut

Tasya Chrismonita, Jurnalis · Rabu 26 Agustus 2020 14:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 26 16 2267702 ilmuwan-temukan-isotop-radioaktif-dari-supernova-di-dasar-laut-hwMYIxMv0P.jpg (Foto: Slashgear)

JAKARTA - Para ilmuwan temukan sampel besi-60, isotop radioaktif yang dihasilkan oleh supernova, di dasar laut. Radioaktivitas Iron-60 membusuk sepenuhnya dalam 15 juta tahun.

Para ilmuwan yakin bahwa setiap sampel yang ditemukan di Bumi atau jauh di lautan Bumi, datang dalam sejarah yang relatif baru. Itulah yang diandalkan Profesor Anton Wallner, di Universitas Nasional Australia (ANU), ketika dirinya dan tim fisikawan pergi berburu tanda-tanda isotop yang mungkin dikumpulkan oleh Bumi saat bergerak melalui alam semesta.

Melansir dari Slashgear, sampel sedimen laut dalam dari dua lokasi berbeda dijalankan melalui spektrometer massa Fasilitas Akselerator Ion Berat ANU, dan mengubah periode tanggal kembali 33.000 tahun. Hasilnya, benar saja terdapat besi-60 dalam sampel.

Meski pada tingkat yang sangat rendah, tetapi masih dengan distribusi yang sesuai dengan transisi planet kita baru-baru ini melalui ocal interstellar cloud (LIC). Itu berarti, gas dan debu yang membentuk LIC bisa jadi diciptakan oleh supernova yang telah lama berlalu.

Baca juga: Sejarah Singkat Mengenai Perkembangan Komputer

Namun, dalam prosesnya, para ilmuwan menemukan sebuah misteri. Besi-60 hadir dan cocok dengan pergerakan Bumi baru-baru ini. Ia juga meluas ke belakang melalui sampel. Tanda-tanda isotop cukup konsisten muncul sepanjang periode 33.000 tahun direntang setiap sampel, bukan melonjak ketika tata surya pertama kali beralih ke LIC.

Hal itu menimbulkan pertanyaan dari mana asal besi-60 di luar angkasa. Dalam sebuah makalah baru-baru ini menunjukkan bahwa besi-60 yang terperangkap dalam partikel debu mungkin memantul di media antarbintang.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini