Peneliti Uji Metode Baru untuk Obati Gajah Stres

Farah Azka Gazali, Jurnalis · Jum'at 28 Agustus 2020 11:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 28 16 2268836 peneliti-uji-metode-baru-untuk-obati-gajah-stres-T4Q6bWIIxW.jpg (Foto: Warsaw Zoo/BBC)

JAKARTA - Dr Agnieszka Czujkowska dari The Warsaw Zoological Garden di Polandia tengah melakukan uji coba pemberian ekstrak tanaman marijuana sebagai obat penghilang stres. Ekstrak ini diberikan kepada salah satu dari tiga gajah Afrika betina yang tersisa di kebun binatang, pasca kematian gajah bernama Erna.

Dilansir The Guardian, pemberian ekstrak tanaman marijuana kepada hewan sebenarnya bukan hal baru dan telah berlaku di seluruh dunia. Sebelumnya ganja digunakan untuk keperluan medis untuk merawat anjing dan kuda. Namun pemberian kepada gajah belum pernah dilakukan, sehingga uji coba ini menjadi terobosan baru.

Untuk melakukan pengujian, Dr Czujkowska dan rekan-rekannya telah mengumpulkan sampel kotoran, air liur, dan darah gajah pada uji coba pertama. Dilaporkan BBC, sampel ini digunakan untuk memantau kadar kortisol atau hormon stres pada gajah. Peneliti akhirnya memutuskan untuk memberikan uji coba tahap kedua kepada gajah betina muda bernama Fredzia.

Sesuai hasil, Fredzia memang menunjukkan perilaku stres sekalipun ia masih terlihat bahagia. “Fredzia bereaksi aneh ketika dia melihat tubuh Erna. Dia sangat gembira. Tapi Anda bisa melihat bahwa dia sebenarnya juga berduka, dia juga depresi,” ucap Dr Agnieszka Czujkowska, kepala Departemen Rehabilitasi Hewan kebun binatang, dikutip BBC.

Pemberian tanaman ini pada gajah tidak secara langsung. Dr Czujkowska dan rekan-rekannya harus mengekstraksi marijuana itu menjadi Cannabidiol atau minyak CBD.

Minyak ini nantinya akan langsung diberikan kepada gajah melalui belalai atau dicampurkan pada makanannya. Pemberian dosis awal akan sebanyak satu botol – atau setara 12 tetes – dan diberikan setiap dua hingga tiga kali sehari.

Selama pengujian, peneliti masih akan terus memantau kadar kortisol pada Fredzia. Mengingat ini baru tahap uji coba kedua, masih belum dapat dipastikan apakah pemberian tanaman ini dapat berhasil pada gajah.

Namun setidaknya pihak peneliti menyatakan bahwa pemberian marijuana tidak akan membahayakan dan bahkan tidak menimbulkan euforia.

Baca juga: Masya Allah, Tanda-Tanda Kiamat Dijelaskan dalam Alquran dan Sains

“Ini tidak terlalu ampuh. Satu-satunya efek samping adalah beberapa perubahan perilaku. Kami harus mengatur ini untuk mencapai hasil yang kami inginkan,” ucap Dr Czujkowska, dikutip BBC.

The Guardian melaporkan, untuk mendapatkan hasil uji coba, setidaknya uji coba pemberian CBD kepada Fredzia paling cepat akan memakan waktu dua tahun. Jika berhasil, nantinya pengobatan ini akan diberikan kepada hewan lain yang hidup di penangkaran.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini