Steam Hadirkan Fitur Text & Chat Filtering, Cegah Toxic Player

Farah Azka Gazali, Jurnalis · Jum'at 28 Agustus 2020 14:40 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 28 16 2268943 steam-hadirkan-fitur-text-chat-filtering-cegah-toxic-player-KfkldKDTJ5.jpg (Foto: Valve/Variety)

JAKARTA - Bermain game memang menyenangkan, namun tidak selamanya komunitas dapat berjalan dengan damai seiring permainan berlangsung. Melalui unggahan pada Steam Community (28/8), Steam perkenalkan fitur Text & Chat Filtering.

Dirilis dalam versi beta di Steam Lab, kini pengguna dapat mengaburkan “bahasa yang tidak sopan dan penuh kebencian” di forum, kolom ulasan, komentar, maupun broadcast.

Melansir Neowin, fitur Text & Chat Filtering sebenarnya sudah tersedia sejak lama. Namun fitur ini awal mulanya hanya terbatas untuk beberapa game tertentu seperti Dota 2, CS: GO, dan Destiny 2. Sehingga perbedaannya, kini fitur dapat dirasakan oleh semua pengguna yang tergabung dalam akses Steam Online.

Perbedaan lainnya, dengan Text & Chat Filtering terbaru, pengguna dapat memilih sendiri kata atau ungkapan mana yang dirasa mengganggu. Daftar ini dapat ditambah maupun dikurangi kapanpun dikehendaki.

Sehingga sistem dapat melacak bahasa apapun – karena pada dasarnya setiap komunitas dan wilayah memiliki bahasa sendiri. Dengan ini, nantinya setiap kata yang dikaburkan akan berubah menjadi simbol saat muncul pada layar.

Baca juga: Sejarah Singkat Mengenai Perkembangan Komputer

“Pemfilteran kami tidak menangkap semua sumpah serapah dan hinaan. Jika Anda melihat kata yang Anda inginkan tidak ada dalam obrolan, menambahkannya ke daftar yang difilter akan membantu kami meningkatkan pemfilteran kami untuk semua pengguna Steam sambil segera memperbarui pengalaman Anda sendiri untuk menghindari melihat kata itu lagi dalam obrolan,” ungkap Steam pada unggahan.

Meski Text & Chat Filtering hadir lebih luas, Steam mengklaim bahwa fitur ini tidak akan menghambat pengguna untuk menggunakan kata kasar maupun hinaan dalam game. Jika kata tersebut dirasa tidak mengganggu dan digunakan sesama anggota komunitas, maka pengguna tidak perlu menggunakan fitur ini. Karena pada dasarnya, selain dapat merombak daftar pribadi, pengguna juga dapat mematikan fitur kapanpun diinginkan.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini