Peneliti Gunakan Teknologi AI untuk Temukan Planet Asing

Tasya Chrismonita, Jurnalis · Senin 31 Agustus 2020 18:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 31 16 2270339 peneliti-gunakan-teknologi-ai-untuk-temukan-planet-asing-YPv9POBudK.jpg (Foto: Gizmodo)

JAKARTA - Artificial intelligence (AI) membantu peneliti untuk menemukan planet asing atau exoplanet. Mengandalkan AI, ditemukan sebanyak 50 planet baru, dikutip Iflscience.

Para peneliti di University of Warwick telah melatih algoritme pembelajaran mesin untuk menjadi pemburu eksoplanet yang terampil.

Menurut laporan Monthly Notices of the Royal Astronomical Society, planet-planet adalah kumpulan yang cukup aneh, dari benda langit seukuran Neptunus hingga dunia yang lebih kecil dari Bumi. Beberapa mengorbit bintang mereka dalam ratusan hari sementara yang lain dalam 24 jam.

Melansir dari IFL Science, ini bukan pertama kalinya pembelajaran mesin digunakan dalam pencarian planet di luar Tata Surya. Peneliti menggunakan algoritme dan menerima bantuan dari masyarakat awam untuk memeriksa data dan mencari sinyal berulang yang dapat mengisyaratkan keberadaan sebuah planet.

Algoritme baru menyediakan cara untuk mengonfirmasi planet-planet ini secara otomatis, dengan cara yang tidak bergantung pada metode sebelumnya.

Dr David Armstrong mengatakan, ketimbang membuat kandidat mana yang lebih mungkin menjadi planet, sekarang peneliti dapat mengatakan kemungkinan statistik yang tepat. Jika ada kurang dari 1 persen kemungkinan kandidat maka menjadi positif bukan planet, dan dianggap sebagai planet yang tervalidasi.

Baca juga: Guncangan Dahsyat Awali Peristiwa Kiamat Dijelaskan Alquran dan Sains

TESS NASA (Transiting Exoplanet Survey Satellite) telah mengidentifikasi 1.835 calon exoplanet dan tim misi mengharapkan jumlah akhir penemuan exoplanet oleh TESS menjadi sekitar 13.000. Dr Armstrong juga mengatakan bahwa hampir 30% planet yang diketahui hingga saat ini telah tervalidasi hanya dengan menggunakan satu metode dan tidak ideal.

Dr Armstrong menambahkan, survei seperti TESS diperkirakan memiliki puluhan ribu kandidat planet dan sangat ideal untuk dapat menganalisis semuanya secara konsisten. Sistem yang cepat dan otomatis seperti ini dapat menentukan planet yang tervalidasi dalam beberapa langkah secara efisien.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini