Menguak Misteri Wormholes di Luar Angkasa, Benarkah Ada?

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Selasa 01 September 2020 18:25 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 01 16 2271030 menguak-misteri-wormholes-di-luar-angkasa-benarkah-ada-njKZsgiDNT.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

LUAR angkasa memang masih menyimpan banyak rahasia yang belum kita ketahui. Tidak heran jika film sains fiksi, yang bertemakan luar angkasa begitu digemari.

Salah satunya adalah Startrek, yang terkenal dengan kapal lintas galaksinya. Kapal bernama USS Enterprise memiliki satu hal yang menjadi ciri khasnya, warp drive melewati wormholes atau lubang cacing.

Wormholes sendiri, memungkinkan manusia melakukan perjalanan melalui ruang dan waktu. Di atas kertas, fisika mendukung konsep lubang cacing, tetapi sampai sekarang sebagian besar ilmuwan sepakat bahwa lubang cacing terlalu kecil dan tidak stabil untuk dilalui seseorang.

Fisikawan di Universitas Princeton di AS telah menggunakan mekanika kuantum untuk menemukan celah matematika, yang menurut mereka menunjukkan kemungkinan untuk membuat lubang cacing yang cukup besar, sehingga manusia dan pesawat ruang angkasa bisa lewat.

Wormholes

Mereka menggunakan matematika untuk berteori kondisi yang dapat membuat lubang cacing menjadi mungkin, dan bahkan membayangkan seperti apa bentuknya.

"Kami telah memperdebatkan hal ini dengan sangat jelas, untuk kasus bahwa lubang cacing ada di ruang ambien yang dingin dan datar. Kami belum memberikan mekanisme yang masuk akal untuk pembentukan mereka. Kami hanya berpendapat bahwa mereka adalah konfigurasi yang diizinkan oleh persamaan," tulis para fisikawan tersebut seperti dilansir dari The Sun.

Secara teori, lubang cacing dapat bertindak seperti gerbang magis yang dengan mudah menghubungkan dua titik dalam ruang dan waktu satu sama lain. Dalam fiksi ilmiah, mereka sering kali digambarkan sebagai gerbang yang memungkinkan orang masuk ke waktu atau galaksi lain.

Ini mungkin konsep yang membingungkan, tetapi lubang cacing pada dasarnya adalah metode teoritis untuk melipat ruang dan waktu sehingga dua tempat di ruang angkasa dapat dihubungkan bersama.

Dengan demikian, astronot di pesawat ruang angkasa dapat melakukan perjalanan melalui lubang cacing dengan hanya sedikit waktu yang berlalu untuk mereka. Tetapi bagi orang-orang di Bumi, ratusan atau bahkan ribuan tahun dapat berlalu.

Ini seperti menggambar garis di antara dua titik pada selembar kertas, melipat kertas sehingga titik-titik tersebut saling bersentuhan lalu memaksa pena Anda melewati halaman.

Einstein berteori bahwa ruang waktu dapat terjerat begitu erat sehingga dua titik dapat berbagi lokasi fisik yang sama. Lubang cacing mungkin secara teoritis dapat dibuat tetapi akan tetap tidak mungkin kecuali kita membuat teknologi yang lebih maju.

Alam semesta lima dimensi akan memungkinkan sesuatu yang disebut energi negatif ada dan inilah yang menurut para ilmuwan dapat membuat lubang cacing stabil dan besar. Beberapa astronom berpikir kita harus mencari lubang cacing alami di luar angkasa dengan mengamati bagaimana gravitasi mendistorsi cahaya di belakang bintang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini