Peneliti Buktikan Face Shield Tidak Efektif Melindungi dari Virus

Farah Azka Gazali, Jurnalis · Rabu 02 September 2020 14:40 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 02 16 2271453 peneliti-buktikan-face-shield-tidak-efektif-melindungi-dari-virus-7BWVnDRiez.jpg Face shield. (Foto: Freepik)

JAKARTA – Face shield dan masker N95 dengan katup menjadi salah satu alternatif pelindung wajah di saat pandemi virus corona (covid-19). Bentuknya yang tidak menghalangi pernapasan terasa lebih nyaman dibandingkan masker medis maupun kain.

Terlebih untuk face shield, bersifat transparan sehingga tidak mengganggu estetika penampilan dari penggunanya. Sayangnya, face shield dan masker N95 dengan katup tidak dapat menjadi pelindung yang cukup mumpuni.

Baca juga: Tips Membuat Avatar Diri Sendiri di Facebook 

Sebagaimana dilaporkan Phys, Rabu (2/9/2020), sebuah jurnal yang diterbitkan di Physics of Fluids mengungkapkan bahwa face shield tidak seefektif masker medis dan kain dalam melindungi diri. Jurnal ini merupakan hasil dari penelitian yang dilakukan oleh Florida Atlantic University's College of Engineering and Computer Science.

Face Shield. (Foto: Phys.org)

Guna membuktikan hal tersebut, para peneliti menerapkan sistem penelitian dengan visualisasi kualitatif. Fokus penelitian melihat bagaimana face shield dan masker N95 dengan katup bekerja untuk melindungi diri dari tetesan aerosol. Tetesan ini bersumber dari batuk dan bersin yang menyebar di udara berupa tetesan berukuran kecil.

Baca juga: Apple Rilis iOS 13.7 dengan Fitur Pelacakan Covid-19 

Masih dilaporkan Phys, guna menciptakan visualisasi kualitatif ini, peneliti "menggunakan lembaran sinar laser" vertikal dan horizontal. Ini dilengkapi dengan "campuran air suling dan gliserin untuk menghasilkan kabut sintetis" yang memvisualisasikan kandungan dalam cough-jet atau batuk. Adapun simulasi proses ini menggunakan manekin sebagai contoh manusia yang bersin atau batuk.

Berdasarkan video yang diunggah pada Selasa 1 September 2020, terlihat bahwa partikel batuk dan bersin memang semula terhalang oleh face shield. Namun dengan bentuk yang tidak menutup bagian hidung dan mulut dengan sempurna, akhirnya partikel ini justru menyebar keluar melewati celah sisi kanan dan kiri serta bawah dari face shield.

Hal serupa juga terjadi pada uji penelitian dengan masker N95 dengan katup. Kandungan akan keluar dari katup pada masker N95 yang tidak memiliki filter. Sehingga akhirnya ini juga tidak dapat mencegah persebaran dari virus apa pun, tidak hanya covid-19. Lebih mengkhawatirkan, tetesan tidak hanya menyebar searah, namun juga sebaliknya.

Baca juga: Apple Gelar Peluncuran iPhone 12 Pertengahan Oktober? 

Face Shield. (Foto: Unsplash)

"Dari studi terbaru ini kami dapat mengamati bahwa pelindung wajah mampu mencegah gerakan awal dari cairan batuk yang diembuskan, namun tetesan aerosol yang dikeluarkan dengan batuk mampu bergerak di sekitar pelindung dengan relatif mudah. Seiring waktu, tetesan ini dapat menyebar ke area yang luas baik dalam arah lateral dan longitudinal, meskipun dengan penurunan konsentrasi tetesan," ucap Manhar Dhanak PhD, ketua departemen, profesor, dan direktur SeaTech, yang ikut menulis makalah, dikutip dari Phys.

Permasalahan penggunaan face shield dan masker N95 dengan katup sebenarnya sudah pernah dibahas sebelum penelitian ini selesai. Sebagaimana dilaporkan Phys, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat telah meyakini bahwa penggunaan dua pelindung tersebut tidak efektif. Terlebih penggunaan face shield tanpa masker medis maupun kain di dalamnya.

Baca juga: Ubisoft Uplay Gratiskan Game The Division hingga 7 September 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini