Ini Deretan Fenomena Antariksa Selama September 2020

Hantoro, Jurnalis · Kamis 03 September 2020 00:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 02 16 2271609 ini-deretan-fenomena-antariksa-selama-september-2020-vfGUUIYxaS.jpg Ilustrasi bulan purnama. (Foto: Unsplash)

PADA bulan September 2020 ini dilaporkan akan terjadi sejumlah fenomena antariksa yang menarik. Di antaranya adalah fase-fase bulan hingga oposisi Neptunus.

Sebagaimana dikutip dari Lapan, Rabu (2/9/2020), fenomena antariksa ini masih bagian pertama, dan masih ada kelanjutannya di beberapa waktu ke depan.

Baca juga: SpaceX Pasang Booster "Super Heavy" di Roket Starship 

Adapun fenomena antariksa yang menarik berdasarkan urutan tanggalnya adalah:

1. Rabu 2 September – Fase Bulan Purnama

Puncak bulan purnama kali ini akan terjadi pada pukul 12.21.58 WIB dengan jarak geosentris 399200 kilometer dan diameter sudur 29,5 menit busur. Pengamat di Indonesia bagian barat bisa menikmati bulan purnama selama dua hari berturut-turut yakni pada malam hari tanggal 1 dan 2 September karena puncak bulan purnama berdekatan dengan tengah hari.

Bulan purnama dapat diamati pada arah Timur-Menenggara hingga Barat-Barat Daya dan terletak pada konstelasi Akuarius. Purnama ini dapat disebut juga sebagai Bulan Jagung Penuh (Full Corn Moon) dan Bulan Jelai Penuh (Full Barley Moon) karena ketika itu tanaman jagung dan jelai sedang dipanen.

2. Sabtu–Minggu 5–6 September – Konjungsi Bulan-Mars

Puncak konjungsi Bulan-Mars di Indonesia terjadi pada tanggal 6 September 2020 dengan waktu puncak bervariasi antara pukul 13.42.57 WIT (Jayapura) hingga 11.43.04 WIB (Sabang). Bahkan Mars mengalami okultasi dengan Bulan yakni ketika Mars melintas di belakang Bulan. Akan tetapi Bulan dan Mars berada di bawah ufuk.

Sudut elongasi antara Bulan dan Mars pada 5 September malam hari bervariasi antara 7,23 hingga 3,06 derajat. Sementara pada 6 September sudut elongasi juga bervariasi antara 4,66 hingga 8,71 derajat. Bulan dan Mars terletak di konstelasi Pisces dekat Manzilah Alrescha.

3. Minggu 6 September – Okultasi Mars oleh Bulan

Okultasi Mars oleh Bulan adalah fenomena astronomis ketika Mars melintas di belakang Bulan sehingga tampak tertutupi oleh Bulan. Hal ini dapat terjadi karena jarak Mars ke Bumi lebih jauh dibandingkan dengan jarak Bulan ke Bumi.

Secara global, okultasi Mars dan Bulan terjadi pada 6 September 2020 mulai pukul 02.25 Universal Time atau 09.25 WIB hingga 07.03 Universal Time atau pukul 14.03 WIB.

Baca juga: Peneliti Buktikan Face Shield Tidak Efektif Melindungi dari Virus 

4. Minggu, 6 September – Apogee Bulan

Bulan akan berada pada titik terjauh Bumi atau apogee pada pukul 13.21.34 WIB dengan jarak geosentris 405.579 km, iluminasi 85,44 persen (fase benjol akhir) dan lebar sudut 25,2 menit busur.

Bulan terletak di konstelasi Pisces ketika apogee akan tetap baru dapat disaksikan mulai pukul 21.00 WIB di arah Timur dan terbenam keesokan harinya pada pukul 09.00 WIB.

5. Kamis, 10 September – Fase Perbani Akhir

Puncak fase perbani akhir akan terjadi pada 10 Setember 2020 pukul 15.25.40 WIB. Bulan berjarak 396.196 km dari Bumi (geosentris) dan terletak konstelasi Taurus dekat Manzilah Aldebaran.

Bulan akan terbit sekitar tengah malam dari arah Timur-Timur Laut, kemudian berkulminasi di arah Utara menjelang terbit Matahari dan terbenam dari arah Barat-Barat Laut menjelang tengah hari.

6. Kamis, 10 September – Retrograde Mars

Retrograde Mars merupakan gerak semu planet yang tampak berlawanan arah (dari Timur ke Barat) dibandingkan dengan gerak normalnya (dari Barat ke Timur) bila diamati dari Bumi. Retrograde Mars dimulai pada 10 September pukul 05.23 WIB dan berakhir pada 14 November 2020 pukul 07.36 WIB, sehingga retrograde Mars berlangsung selama 65 hari.

7. Sabtu, 12 September – Deklinasi Maksimum Utara Bulan

Bulan akan berada pada deklinasi maksimum Utara pada pukul 12.25.04 WIB dengan jarak geosentris 386,421 km, iluminasi 31,88 persen, dan lebar sudut 9,9 menit busur. Deklinasi maksimum Utara bermakna Bulan terletak pada posisi paling utara dari ekuator langit (sebagaimana soltis Juni pada Matahari).

Deklinasi Bulan ketika mencapai maksimum bervariasi antara 18,3 hingga 28,6 derajat. Hal ini disebabkan orbit Bumi memiliki kemiringan 5,15 derajat terhadap ekliptika dan sumbu rotasi Bumi yang memiliki kemiringan 23,45 derajat.

8. Sabtu, 12 September – Oposisi Neptunus

Oposisi Neptunus terjadi pada 12 September 2020 pukul 03.10 WIB. Sebagaimana pada planet-planet lain di Tata Surya, oposisi Neptunus adalah konfigurasi ketika Matahari, Bumi, dan Neptunus tampak segaris lurus, dan Neptunus terletak pada posisi berlawanan arah terhadap Matahari.

Jarak Neptunus ketika oposisi kali ini sebesar 28,92 SA atau 4,33 miliar km, sehingga akan tampak seperti cakram berwarna biru pucat dengan sudut diameter 0,04 menit busur dan magnitudo tampak +7,8. Neptunus dapat diamati dengan teleskop berdiameter kecil atau kurang dari 50 sentimeter.

9. Senin 14 September – Tripel Konjungsi Bulan-Venus-Beehive

Fenomena ini dapat diamati sejak pukul 03.30 hingga 05.30 WIB dari arah Timur-Timur Laut. Gugus Beehive (sarang lebah) adalah gugus bintang terbuka yang terletak di konstelasi Cancer. Gugus bintang ini terdiri dari 50 sampai 100 bintang dan dikenal juga dengan nama Praesepe atau Manger.

Dalam sistem Manzilah Arab, Beehive disebut juga sebagai Manzilah An-Natsrah yang berarti "hidung singa". Gugus Beehive memiliki magnitudo visual +3 sehingga dapat terlihat dengan mata telanjang bila kondisi langit cerah dan bebas polusi cahaya.

Sudut elongasi antara Bulan dan Venus bervariasi antara 6,8 hingga 6 derajat. Sedangkan sudut elongasi antara Gugus Beehive dengan Venus bervariasi antara 2,3 hingga 2,4 derajat.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini