Ditemukan Lubang Hitam dengan Berat 142 Kali Massa Matahari

Tasya Chrismonita, Jurnalis · Kamis 03 September 2020 17:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 03 16 2272156 ditemukan-lubang-hitam-dengan-berat-142-kali-massa-matahari-h60FhAsYLv.jpg Lubang hitam di luar angkasa. (Foto: IFL Science)

OBSERVATORIUM gelombang gravitasi LIGO dan Virgo telah mengamati penggabungan black hole (lubang hitam) terbesar. Pada Mei 2019, tiga detektor (dua dari LIGO) melaporkan deteksi tabrakan yang akhirnya membentuk black hole dengan berat 142 kali massa Matahari.

Dikutip dari IFL Science, Kamis (3/9/2020), ini merupakan penemuan black hole terberat yang pernah dilihat oleh observatorium. Black hole itu juga cocok dengan kelas bermassa menengah yang masih misterius.

Baca juga: Ditemukan "Lebah Pembunuh" Bisa Tumbuh hingga 5 Cm di AS 

Penemuan black hole yang lebih berat dari dua black hole yang bertabrakan juga menandakan bahwa adanya kesenjangan pengetahuan dalam evolusi bintang. Selain menjadi black hole terakhir yang paling masif dari yang terdeteksi, tetapi juga yang terjauh yang pernah diamati.

Nelson Christensen, peneliti dari Pusat Penelitian Ilmiah Nasional Prancis mengatakan sinyal yang terdeteksi ini seperti berbunyi "bang", bukan seperti kicauan yang biasanya terdeteksi. Sejauh ini peneliti hanya mengamati black hole bemassa menengah secara tidak langsung, jadi ini menjadi deteksi langsung pertama yang menarik.

Baca juga: Cara Mudah Bersihkan Komputer agar Terhindar dari Covid-19 

Benda-benda ini memiliki massa antara 100 hingga 100.000 kali massa Matahari. Mereka jauh lebih ringan daripada yang supermasif yang pernah ditemukan di inti galaksi, yang beratnya jutaan, atau bahkan miliaran, dari bintang biasa tetapi lebih berat daripada yang diketahui untuk diproduksi oleh bintang yaitu sekira 5 hingga 10 massa Matahari.

Penemuan mengejutkan lainnya dari deteksi ini adalah bahwa dua black hole yang beratabrakan yang menyebabkan GW190521 masing-masing memiliki ukuran 66 dan 85 massa Matahari, dan yang terberat jatuh ke dalam celah "ketidakstabilan pasangan".

Frank Ohme mengatakan bahwa black hole yang memiliki massa 85 Matahari di sistem asal GW190521 berada tepat di celah yang seharusnya tidak berada. Sehingga tim percaya bahwa mungkin black hole terberat merupakan hasil dari merger sebelumnya, baik dua black hole yang lebih kecil atau dari tabrakan antara dua bintang yang lebih besar.

Observatorium LIGO dan Virgo telah mendeteksi 56 kemungkinan peristiwa gelombang gravitasi dalam operasi ketiga mereka yang berlangsung antara 1 April 2019 dan 27 Maret 2020.

Baca juga: WhatsApp Hadirkan Lagi Mode Liburan dan Fitur Arsip Otomatis 

Ilustrasi luar angkasa. (Foto: Unsplash)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini