Falcon 9 Kembali Meluncur, Bawa 60 Satelit Internet ke Luar Angkasa

Farah Azka Gazali, Jurnalis · Jum'at 04 September 2020 19:51 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 04 16 2272795 falcon-9-kembali-meluncur-bawa-60-satelit-internet-ke-luar-angkasa-wOh0UuywCA.png Roket Falcon 9 meluncur ke luar angkasa membawa satelit internet. (Foto: SpaceX Webcast/Spacenews)

SETELAH mendapat keluhan dari American Astronomical Society (AAS) perihal gangguan dari satelit miliknya, pekan ini Starlink kembali meluncurkan satelit internet luar angkasa. Peluncuran tersebut kembali dilakukan dengan bantuan Roket Falcon 9 milik SpaceX.

Dilansir Space News, Jumat (4/9/2020), Roket Falcon 9 dua tahap itu membawa 60 satelit baru untuk bergabung dengan Megaconstellation milik Starlink. Peluncuran dilakukan dari Launch Complex 39A di Stasiun Angkatan Udara Cape Canaveral di Florida pada pukul 08.46 EDT, Kamis (3/9/20). Di mana booster tahap pertama berhasil kembali ke bumi sekira 9 menit setelah peluncuran.

Baca juga: Rocket Lab Luncurkan Pesawat Luar Angkasa Pertama untuk Satelit Photon 

Dengan peluncuran ini, kini Starlink tercatat telah meluncurkan 713 satelit luar angkasa ke lintasan orbit. Jumlah itu juga menandakan bahwa uji coba tahap pertama dari akses internet broadband dan aplikasi militer secara global telah dimulai. Sementara untuk SpaceX, peluncuran kali ini menjadi misi ke-16 di tahun ini.

Untuk saat ini uji coba internet tahap pertama akan dilakukan dalam lingkup kecil dengan melibatkan karyawan. Namun perusahaan tersebut optimis menghadirkannya ke publik pada akhir tahun. Dengan nantinya jaringan konstelasi raksasa akan terus ditambahkan dan tersusun dari ribuan satelit –ini dapat terdiri dari 12.000 hingga 42.000 satelit.

Baca juga: Stasiun Radio Misterius yang Mengudara Hampir Empat Dekade 

Dari uji coba tahap pertama –melibatkan 713 satelit– untuk saat ini jaringan konstelasi miliknya berhasil menghasilkan jaringan internet dengan kecepatan unduh di atas 100Mpbs. Ini juga lengkap dengan latensi yang diklaim menjadi latensi super-rendah.

"Latensi kami cukup rendah untuk memainkan game video online tercepat, dan kecepatan unduh kami cukup cepat untuk streaming beberapa film HD sekaligus dan masih memiliki bandwidth yang tersisa," ungkap Tice, insinyur sertifikasi senior di SpaceX, dikutip Space News.

Selain latensi super-rendah, beberapa satelit Starlink juga telah dilengkapi tautan antarsatelit. Fitur ini sebelumnya telah diuji pada dua satelit yang dilengkapi tautan silang –atau yang lebih diperkenalkan sebagai "laser luar angkasa". Namun untuk saat ini fitur tersebut belum benar-benar diperkenalkan secara resmi.

"Dengan laser ruang angkasa ini, satelit Starlink mampu mentransfer ratusan gigabyte data. Setelah laser luar angkasa ini digunakan sepenuhnya, Starlink akan menjadi salah satu opsi tercepat yang tersedia untuk mentransfer data di seluruh dunia," ucap Tice.

Adapun dilaporkan Space, Satelit Starlink yang dikirimkan pekan ini telah dilengkapi pelindung khusus. Ini menjadi kedua kalinya –setelah peluncuran bulan lalu– Starlink melakukan hal tersebut. Pelindung ini dinamakan Kerai dan dapat menggelapkan satelit, yang mana dengan ini cahaya matahari tidak dipantulkan dan diharapkan mengurangi keluhan para astronom.

Baca juga: Terungkap Ukuran Sebenarnya Hewan Laut Purba 'Megalodon' 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini