Sejumlah Aplikasi Kencan Diblokir di Pakistan, Ini Daftarnya

Sindonews, Jurnalis · Sabtu 05 September 2020 11:39 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 05 16 2273020 sejumlah-aplikasi-kencan-diblokir-di-pakistan-ini-daftarnya-N7C3Lxa7mI.png Ilustrasi aplikasi kencan. (Foto: Phillymag)

SEJUMLAH aplikasi kencan diblokir di Pakistan. Jumlahnya mencapai lima aplikasi. Masing-masing adalah Tinder, Grindr, Tagged, dan Skout. Kelima aplikasi kencan tersebut dilarang karena dinilai tidak mematuhi hukum setempat.

Mengutip dari Sindonews, Sabtu (5/9/2020), keputusan Pemerintah Pakistan ini diklaim sebagai upaya untuk mengekang platform online yang dianggap menyebarkan "konten tidak bermoral". Demikian dilansir Reuters.

Baca juga: Alienware Rilis Monitor Gaming Baru, Ini Fiturnya 

Sebagaimana diketahui, Pakistan merupakan negara di mana hubungan di luar nikah dan homoseksual dianggap sebagai tindakan ilegal.

Otoritas Telekomunikasi Pakistan (PTA) menyebut telah mengirim pemberitahuan kepada manajemen lima aplikasi yang dilarang. Pemblokiran dilakukan karena efek negatif dari streaming konten yang dianggap tidak bermoral dan tidak senonoh.

PTA menyatakan pemberitahuan yang dikeluarkan untuk Tinder, Grindr, Tagged, Skout, dan SayHi meminta penghapusan layanan kencan serta moderasi konten streaming langsung sesuai dengan hukum setempat.

Baca juga: Astronom Temukan Bintang yang Merobek Piringan Pembentuk Planet 

Perusahaan-perusahaan tersebut tidak menanggapi pemberitahuan dalam waktu yang ditentukan.

Tinder, Grindr, Tagged, dan Skout belum memberikan komentar atas pemblokiran ini. Sementara untuk SayHi, berdasarkan laporan Reuters, belum bisa dihubungi untuk dimintai tanggapan.

Tinder merupakan aplikasi kencan yang populer secara global, dimiliki oleh Match Group. Sedangkan Tagged dan Skout dimiliki oleh Meet Group.

Data dari firma analitik Sensor Tower menunjukkan Tinder telah diunduh lebih dari 440.000 kali di Pakistan dalam 12 bulan terakhir. Grindr, Tagged, dan SayHi masing-masing telah diunduh sekira 300.000 kali dan Skout 100.000 kali dalam periode yang sama.

Para kritikus mengatakan Pakistan menggunakan undang-undang digital baru-baru ini telah berusaha mengekang kebebasan berekspresi di internet, memblokir atau memerintahkan penghapusan konten yang dianggap tidak bermoral serta berita yang mengkritik pemerintah dan militer.

Pada Juli lalu, Pakistan mengeluarkan "peringatan terakhir" untuk aplikasi video pendek TikTok atas konten eksplisit yang di-posting di platform tersebut. Sementara aplikasi streaming langsung Bigo Live diblokir selama 10 hari karena alasan yang sama.

Baca juga: Rayakan 35 Tahun Super Mario Bros, Nintendo Rilis Game Khusus 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini