Studi Ungkap Gamer Xbox Lebih Toxic Dibanding Gamer PlayStation

Farah Azka Gazali, Jurnalis · Minggu 06 September 2020 18:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 06 16 2273398 studi-ungkap-gamer-xbox-lebih-toxic-dibanding-gamer-playstation-VWEc76I9gq.jpg (Foto: EssentiallySports)

JAKARTA – Bergabung dalam komunitas game menjadi salah satu cara menyalurkan hobi. Pemain dapat berbagi kesamaan dan semangat dalam bermain game favorit mereka. Namun toxicity dalam komunitas game menjadi sesuatu yang membuat semuanya tidak sedamai yang terlihat.

Melansir Comicbook, salah satu website bernama Top 10 Casinos bekerjasama dengan psikolog profesional telah melakukan studi dengan melibatkan hampir 1000 pemain. Studi ini dilakukan untuk memahami agresi pemain dan penyebabnya. Ini termasuk pemetaan konsol dan game apa yang memiliki statik toxicity tertinggi.

Untuk melakukan studi, peneliti menggunakan kuisioner Agresi Buss Perry berisi 29 pertanyaan. Dari kuisioner ini, peneliti menemukan fakta bahwa komunitas Xbox menjadi pemain yang menunjukkan sikap toxicity paling tinggi. Di lain sisi, Nintendo Switch berada pada posisi paling bawah.

Sementara itu untuk game, Tech Time melaporkan bahwa Call of Duty dan Battlefield menjadi dua game dengan tingkat toxicity tertinggi. Sikap ini meliputi agresi fisik, agresi verbal, dan amarah.

Sedangkan secara mengejutkan, game – diluar penembak orang pertama – milik Electronic Arts, Minecraft, berada pada peringkat utama untuk masalah kebencian dalam komunitas.

Secara keseluruhan, studi mengungkap terdapat 13 game yang dapat memicu sikap agresif, amarah dan kebencian dari pemain. Secara berurutan, ke-13 game ini meliputi: Battlefield, Call of Duty: Modern Warfare, FIFA, Animal Crossing, Grand Theft Auto Online, Minecraft, Fortnite, Super Smash Bros, Pokemon, MarioKart, The Sims, Angry Birds, dan Candy Crush Saga.

Secara keseluruhan, game anti-kekerasan justru mengambil posisi 13 besar sebagai game pemicu toxicity dan agresi pemain. Genre olahraga, simulasi, video game sandbox, petualangan, dan balapan justru lebih dari setengahnya. Dengan secara mengejutkan Animal Crossing yang terlihat damai dan penuh warna berada di atas Grand Theft Auto Online.

Baca juga: Sejarah Singkat Mengenai Perkembangan Komputer

Selain itu, dari hasil studi juga didapat fakta bahwa pria memiliki kecenderungan 13% lebih agresif daripada wanita saat bermain game. Sikap agresif ini paling menonjol terlihat dari agresi fisik, dengan 55% pria lebih memungkinkan untuk merusak perangkat dibandingkan wanita.

Adapun untuk agresi, secara keseluruhan pemain cenderung bersikap agresif setelah bermain selama 11-20 jam. Namun saat pemain melewati masa 30 jam bermain, sikap ini cenderung mereda.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini