Atmosfer Bumi Diduga Penyebab Bulan "Berkarat"

Tasya Chrismonita, Jurnalis · Senin 07 September 2020 15:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 07 16 2273771 atmosfer-bumi-diduga-penyebab-bulan-berkarat-PsI4tzM7Xw.jpg Ilustrasi bulan. (Foto: Unsplash)

PENELITIAN baru memperlihatkan bulan yang berubah sedikit menjadi merah. Temuan itu menujukkan penyebab bulan yang berkarat adalah atmosfer Bumi.

Karat, juga dikenal sebagai oksida besi, adalah senyawa berwarna kemerahan yang terbentuk saat besi terkena air dan oksigen. Shuai Li, asisten peneliti di Universitas Hawaii di Institut Geofisika dan Planetologi Hawaii Manoa sedang mempelajarinya berdasarkan data dari JPL Moon Mineralogy Mapper.

Baca juga: Studi Baru Ungkap Asal Muasal Air di Bumi 

Melansir dari Space, Senin (7/9/2020), selama misinya Moon Mineralogy Mapper mendeteksi spektrum, atau panjang gelombang cahaya yang dipantulkan dari berbagai permukaan bulan, untuk menganalisis susunan permukaannya.

Ilustrasi bulan. (Foto: Freepik)

Li menemukan bahwa permukaan kutub bulan memiliki batuan kaya besi dengan tanda spektral yang cocok dengan hematit (sejenis oksida besi, atau karat, dengan rumus Fe2O3) yang umumnya ditemukan di Bumi.

Karat seharusnya tidak dapat terbentuk di bulan. Tetapi jika demikian maka mugkin kuncinya adalah planet kita sendiri yakni Bumi.

Baca juga: Perusahaan Prancis Buat Pesawat Kargo Ramah Lingkungan Berbentuk Balon Udara 

Bulan disebut tidak memiliki atmosfer sendiri untuk menyediakan oksigen dalam jumlah yang cukup, tetapi mempunyai jumlah jejak yang disumbangkan oleh atmosfer Bumi. Oksigen terestrial ini bergerak ke bulan sepanjang perpanjangan medan magnet planet yang disebut "magnetotail".

Magnetotail bumi dapat menjangkau hingga sisi dekat bulan, di mana lebih banyak hematit ditemukan. Terlebih lagi pada setiap bulan purnama, magnetotail menghalangi 99 persen angin matahari dari ledakan bulan, menarik tirai sementara di atas permukaan bulan, memungkinkan periode waktu untuk terbentuknya karat.

Tetapi, masih ada satu bahan yang dapat menyebabkan karat yaitu air. Lalu sebagian besar bulan tidak memiliki air, kecuali air beku yang ditemukan di kawah bulan di sisi jauh bulan –jauh dari tempat sebagian besar hematit ditemukan.

Para peneliti menyakini bahwa partikel debu yang bergerak cepat membombardir bulan dapat membebaskan molekul air yang terkunci di lapisan permukaan bulan, sehingga memungkinkan air bercampur dengan besi. Namun, ini masih hipotesis dan lebih banyak data diperlukan untuk memahami dengan tepat mengapa bulan berkarat.

Baca juga: NASA Perkenalkan Robot Penjelajah Planet yang Bisa Dibangun Sendiri 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini