Peneliti Kembangkan Kulit Buatan yang Dapat Rasakan Sakit

Tasya Chrismonita, Jurnalis · Selasa 08 September 2020 15:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 08 16 2274432 peneliti-kembangkan-kulit-buatan-yang-dapat-rasakan-sakit-Kgf74WMRgV.jpg Kulit buatan. (Foto: RMIT University/Slashgear)

PENELITI di RMIT University telah mengembangkan kulit buatan elektronik baru untuk robot. Kulit buatan ini akan beraksi terhadap rasa sakit, seperti kulit asli pada manusia.

Dikutip dari Slashgear, Selasa (8/9/2020), para peneliti mengatakan bahwa perangkat prototipe secara elektronik tersebut dapat meniru cara kulit manusia merasakan sakit. Kulit akan meniru respons umpan balik yang dimiliki manusia.

Baca juga: Pesawat Luar Angkasa China Mendarat di Bumi Setelah 2 Hari Mengorbit 

Kemampuan akan bereaksi terhadap sensasi menyakitkan dengan kecepatan yang cepat dapat digunakan saraf saat mengirim sinyal ke otak. Nyeri merupakan metode esensial yang digunakan manusia untuk membantu menghindari kerusakan yang berpotensi menyebabkan kematian.

Kulit buatan. (Foto: RMIT University/Slashgear)

Sementara kulit buatan ini dapat bereaksi langsung terhadap tekanan, panas, atau dingin saat ambang rasa sakit tercapai. Di samping prototipe penginderaan rasa sakit, tim juga mengembangkan perangkat menggunakan elektronik yang dapat diregangkan untuk merasakan dan merespons perubahan suhu dan tekanan.

Baca juga: Booster Roket Jatuh di Dekat Sekolah Usai Peluncuran Satelit Gaofen 11 

Para peneliti juga mengatakan perkembangan ini diharapkan dapat digunakan pada masa depan untuk cangkok kulit non-invasif usai cara tradisional tidak dapat dijalankan atau tidak berhasil.

Kulit buatan menggunakan alat elektronik yang dapat diregangkan yang menggabungkan bahan oksida dengan silikon yang biokompatibel untuk menciptakan alat elektronik yang transparan, tidak dapat dipecahkan, dan dapat dikenakan setipis stiker.

Lapisan reaktif suhu yang 1.000 kali lebih tipis dari rambut manusia digunakan berdasarkan bahan yang berubah sebagai respons terhadap panas.

Fitur memori yang meniru otak menggunakan sel memori elektronik, meniru cara otak menggunakan memori jangka panjang untuk mengingat dan menyimpan informasi sebelumnya.

Kemudian sensor nyeri menggunakan ketiga lapisan tersebut. Sementara propotipe lain hanya menggunakan satu.

Baca juga: Waspada! "Pesan Menakutkan" Bisa Buat WhatsApp Rusak 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini