Harmony 2.0, OS Baru Huawei Pengganti Android?

Farah Azka Gazali, Jurnalis · Selasa 08 September 2020 17:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 08 16 2274504 harmony-2-0-os-baru-huawei-pengganti-android-ZEDMuoFF4i.jpg Harmony OS buatan Huawei. (Foto: Technosports)

SETELAH diperkenalkan pada Agustus tahun lalu, Huawei berencana merilis versi kedua dari sistem operasi pribadi miliknya. Sistem ini akan diberi nama Harmony OS 2.0 dan diciptakan sebagai sistem operasi dengan kompatibilitas lebih luas dibanding sebelumnya. Harmony OS pun digadang-gadang bakal menjadi pesaing Android.

Melansir Technosports, Selasa (8/9/2020), berbeda dengan versi pertama, Harmony OS 2.0 akan terpasang di beberapa perangkat seperti PC, jam tangan, tablet, mobil, dan beberapa produk IoT domestik Huawei lainnya. Bahkan, Harmony OS dinyatakan siap mendampingi ponsel terbaru Huawei yang dijadwalkan rilis pada 2021.

Baca juga: Huawei Mate 40 Bakal Adopsi Teknologi Liquid-Camera? 

Sehubungan dengan itu, Harmony OS 2.0 rencananya diperkenalkan ke publik pada 10 September melalui acara HDC Develop Conference 2020. Dilaporkan Techspot, sejauh ini CEO Huawei Richard Yu telah mengklaim bahwa Harmony OS akan menjadi sistem operasi dunia di masa depan.

Ungkapan ini tampak berhubungan dengan keputusan Departemen Perdagangan Amerika Serikat untuk membatasi Huawei dan rantai pasokannya di pasar mereka. Mengingat hal itu membuat kerja sama Huawei dengan Google harus berakhir. Adapun China juga memberikan batasan dan pelarangan untuk beberapa aplikasi milik perusahaan yang berbasis di Amerika Serikat.

Baca juga: Huawei Ajukan Paten Sensor Sidik Jari di Semua Layar 

Sementara dilaporkan News Softpedia, tidak hanya menyiapkan sistem operasi seluler. Huawei dikabarkan sedang merancang portofolio aplikasi guna menjadikan perangkat mereka mandiri dari layanan Google. Ini bukan hal yang tidak mungkin, mengingat Huawei App Store telah memiliki ribuan aplikasi di dalamnya.

Terlepas dari kemajuan tersebut, hingga kini Huawei tampak masih menghadapi permasalahan pasar yang sama. Mengingat sanksi Amerika Serikat benar-benar membatasi perusahaan, termasuk kimitraan dengan TSMC selaku produsen chip. Sehingga ini juga akan berdampak pada perubahan perangkat Huawei di masa depan.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini