Peneliti Berhasil Tangkap Foto Digital 3.200 Megapiksel Pertama di Dunia

Farah Azka Gazali, Jurnalis · Rabu 09 September 2020 21:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 09 16 2275131 peneliti-berhasil-tangkap-foto-digital-3-200-megapiksel-pertama-di-dunia-cNkN3rXh6S.jpg (Foto: Greg Stewart/SLAC National Accelerator Laboratory)

JAKARTA – Sekelompok peneliti di Departemen Energi, Laboratorium Akselerator Nasional SLAC, California berhasil membidik foto digital terbesar di dunia. Foto ini memiliki ukuran 3.200 megapiksel yang behasil diambil menggunakan kamera Vera C. Sebuah kamera yang diklaim menjadi masa depan Observatorium Rubin.

Melansir Phys, hasil bidikan kamera Vera C tidak hanya besar secara angka. Ia juga besar secara fisik. Peneliti membutuhkan 378 layar TV definisi tinggi 4K untuk melihat hasilnya. Dengan ukuran sebesar itu, siapapun dapat melihat sebuah bola golf dari jarak 15 mil dengan jelas.

Hasil ini tentunya bukan tanpa sebab, kamera Vera C dilengkapi dengan sensor yang luar biasa. Diklaim sebagai kamera terbesar, ia memuat 189 sensor individu yang dikenal dengan charge-coupled devices (CCDs). Setiap satu sensor CCDs memiliki resolusi sebesar 16 megapiksel yang sama dengan milik kamera digital modern.

Dengan itu, ini sama saja dengan seolah-olah menggabungkan ratusan kamera dalam satu tempat. Faktanya memang demikian, karena setiap sembilan CDDs akan dirakit bersama dengan elektronik pendukungnya menjadi sebuah unit. Setidaknya ada 21 unit dan mereka semua dinamakan “Rafts”.

Tidak hanya dilengkapi dengan 21 unit “Rafts”, dilaporkan Engadget, kamera Vera C juga dilengkapi dengan empat buah “Rafts” khusus. Berbeda dengan 21 unit lainnya, empat unit ini tidak digunakan sebagai pencitraan. Dengan ini, secara keseluruhan satu buah kamera Vera C memiliki bidang fokus berisi 3,2 miliar piksel – dengan masing-masing memiliki lebar 10 mikron.

Selain komponen sensornya yang luar biasa, Vera C juga memiliki bidang fokus dengan lebar lebih dari 2 kaki. Ini lebih besar dibandingkan sensor pencitraan selebar 1,4 inci dari kamera konsumen full-frame. Dengan itu, ia dapat menangkap sebagian langit seukuran 40 bulan purnama dan objek kecil yang 100 juta kali lebih redup.

Baca juga: Sejarah Singkat Mengenai Perkembangan Komputer

“Spesifikasi ini sungguh mencengangkan. Fitur unik ini akan memungkinkan program sains ambisius dari Observatorium Rubin,” ucap Steven Ritz, ilmuwan proyek kamera Legacy Survey of Space and Time (LSST) di Universitas California, Santa Cruz, dikutip Phys.

Untuk saat ini, dengan keberhasilan membidik foto sebesar 3.200 megapiksel, maka kamera Vera C telah berhasil melewati uji coba tahap pertama. Selanjutnya ia akan diintegrasi untuk dipasang di teleskop Legacy Survey of Space and Time (LSST) di Chili. Tahap terakhir uji coba dijadwalkan pada pertengahan 2021.

Nantinya, jika sudah selesai selama 10 tahun ia akan mengumpulkan gambar sekitar 20 miliar galaksi untuk penelitian berupa energi gelap, materi gelap, dan membuat “film astronomi terbesar sepanjang masa”.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini