AS Perketat Larangan, Samsung dan LG Display Stop Pasok Huawei

Farah Azka Gazali, Jurnalis · Kamis 10 September 2020 14:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 10 16 2275589 as-perketat-larangan-samsung-dan-lg-display-stop-pasok-huawei-ETN3fijlxv.jpg (Foto: Cnet)

JAKARTA – Dampak dari sanksi yang diberikan Departemen Perdagangan Amerika Serikat kepada perusahaan raksasa asal China, Huawei masih berlanjut. Baru-baru ini, dilaporkan XDA Developers, pemerintah Amerika Serikat (AS) telah memperketat pembatasan dengan mengeluarkan persyaratan lisensi baru. Dengan itu, kini Huawei kembali kehilangan pasokan komponen perangkatnya.

Melansir Reuters, mulai 15 September mendatang – bertepatan dengan pembatasan dan lisensi baru – Samsung Display bersama dengan LG Display memutuskan untuk memberhentikan pasokan panel mereka. Hal ini akan mengakibatkan Huawei tidak akan mendapatkan dukungan panel layar Samsung maupun LG untuk flagship terbaru di masa depan.

Untuk saat ini, Samsung Electronics menolak untuk memberikan konfirmasi apapun terhadap keputusan unit display-nya. Namun LG Display menyatakan jika pemberhentian ini tidak akan memberikan dampak besar kepada perusahaan mereka.

Pasalnya panel layar untuk Huawei dikirim dalam jumlah terbatas (minim) dan perusahaan akan terus mendiversifikasi basis pelanggannya.

Bersamaan dengan itu, Huawei pada dasarnya memiliki kemitraan dengan beberapa pemasok lainnya. Ini termasuk pemasok dari China seperti BOE dan CSOT, yang pada dasarnya pasokan China lebih banyak mengambil andil dalam tampilan flagship Huawei.

Baca juga: Sejarah Singkat Mengenai Perkembangan Komputer

Sebagaimana disampaikan XD Developers, produk display Samsung umumnya digunakan pada perangkat premium mereka.

Sebagai contoh, Huawei P40 Pro+ menggunakan layar OLED milik Samsung. Namun versi lainnya, yakni Huawei P40 Pro tidak menggunakan layar tersebut dan lebih memilih produk dalam negeri buatan BOE. Sehingga keputusan tersebut tampak tidak akan benar-benar menyapu Huawei dalam produksi flagship-nya.

Belum lama ini Huawei juga tengah menyiapkan sistem operasi perangkat lunak mereka sendiri. Dengan itu terlepas dari dampak sanksi Amerika Serikat, Huawei tampak masih dapat memproduksi flagship secara mandiri di masa depan.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini