Fenomena Misterius Gumpalan Zat Gelap Tak Terlihat di Kosmos

Tasya Chrismonita, Jurnalis · Sabtu 12 September 2020 09:49 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 12 16 2276609 fenomena-misterius-gumpalan-zat-gelap-tak-terlihat-di-kosmos-aigKedc4cH.jpg (Foto: Hubble/ESA dan NASA)

JAKARTA - Zat gelap tak dikenal menyusun sebagian besar massa di kosmos. Meski tidak terlihat namun dapat dideteksi dengan cara gravitasi menarik benda-benda seperti bintang. Sejumlah gumpalan materi gelap yang mengejutkan di gugus galaksi yang jauh membelokkan cahaya latar belakang dari objek lain.

Penemuan mengungkap gumpalan materi gelap yang lebih padat dari yang diharapkan. Ini bisa jadi menunjukkan simulasi komputer yang digunakan para peneliti untuk memprediksi perilaku gugus galaksi salah, atau pemahaman kosmolog tentang materi gelap salah, dikutip dari Science News.

Dilihat dari simulasi komputer dari gugus galaksi, gumpalan materi gelap di sekitar masing-masing galaksi yang cukup padat menyebabkan efek lensa gravitasi dramatis yang jarang terjadi.

Berdasarkan simulasi cluster yang dijalankan oleh astrofisikawan Priyamvada Natarajan dari Universitas Yale, mereka berharap untuk melihat satu peristiwa (pelepasan yang kuat) di setiap 10 cluster atau lebih, tetapi gambar teleskop menceritakan kisah yang berbeda.

Para peneliti menggunakan pengamatan dari Teleskop Luar Angkasa Hubble dan Teleskop Sangat Besar di Chili untuk menyelidiki 11 gugus galaksi dari jarak sekitar 2,8 miliar hingga 5,6 miliar tahun cahaya. Tim mengidentifikasi 13 kasus pelensaan gravitasi oleh gumpalan materi gelap di sekitar galaksi individu.

Baca juga: Sejarah Singkat Mengenai Perkembangan Komputer

Hasil pengamatan menujukkan, ada lebih banyak gumpalan materi gelap dengan kepadatan tinggi di cluster galaksi nyata daripada simulasi. Natarajan mengatakan, simulasi tersebut mungkin kehilangan beberapa fisika yang menyebabkan materi gelap di gugus galaksi menjadi glom bersama-sama, atau sesuatu yang tidak tepat mengenai materi gelap.

Pengamatan masa depan dengan teleskop luar angkasa Euclid yang akan datang, Teleskop Luar Angkasa Romawi Nancy Grace dan Observatorium Vera C.Rubin diharapkan dapat menjernihkan masalah, dan membantu menentukan apakah simulasi yang tidak realistis menjadi penyebab misteri materi gelap ini, kata Bhuvnesh Jain, seorang astrofisikawan di University of Pennsylvania.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini