Teknologi AI Bantu Cegah Kasus Pelecehan terhadap Perempuan

Agregasi VOA, Jurnalis · Sabtu 12 September 2020 14:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 12 16 2276621 teknologi-ai-bantu-cegah-kasus-pelecehan-terhadap-perempuan-HvQnR2q9Aj.jpeg (Foto: Towards Data Science)

SYDNEY - Teknologi AI (Artificial Intelligence) bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, termasuk mencegah kasus pelecehan terhadap perempuan. Pemanfaatan teknologi ini diharapkan dapat menekan kasus pelecehan serta memberikan rasa aman bagi perempuan.

DIkutip Voaindonesia, pemerintah negara bagian New South Wales menyatakan sembilan dari 10 perempuan Australia pernah mengalami pelecehan di jalan. Pemerintah meminta para peneliti untuk mengajukan berbagai gagasan untuk meningkatkan keselamatan sebagai bagian dari proyeknya, Safety After Dark Innovation Challenge (Tantangan Inovasi Keselamatan Setelah Hari Gelap). Empat gagasan telah dipilih dan akan diuji coba selama enam bulan mendatang.

Satu tim dari University of Wollongong akan mengembangkan suatu perangkat lunak Kecerdasan Buatan (artificial intelligence, AI) yang akan mempelajari masukan pada waktu sebenarnya dari kamera-kamera keamanan dan memperingatkan operator sewaktu perangkat tersebut mendeteksi aktivitas mencurigakan atau situasi yang tidak aman.

AI tersebut akan dilatih untuk mendeteksi orang yang berkelahi, tindak tanduk gelisah, orang yang dibuntuti, dan adu mulut atau pertengkaran. Tim universitas itu menyatakan perangkat lunak mereka adalah perangkat semacam itu yang pertama di dunia, dan bahwa mereka benar-benar menguji kemampuan teknologi.

Baca juga: Cikal Bakal Komputer Modern Berawal dari Temuan Charles Babbage

Peneliti Elizabeth Muscat, perencana transportasi, juga mengembangkan algoritme yang membuat jalur aman bagi perempuan yang bepergian.

"Ini akan memberi perempuan kesempatan untuk mengambil pilihan-pilihan rute yang lebih baik berdasarkan informasi yang mereka miliki. Jadi, mungkin mereka akan memilih mengambil rute yang memberi mereka pengawasan pasif dalam level yang lebih tinggi, atau, yang berarti akan ada banyak orang di sekitarnya, atau tempat usaha yang buka, pencahayaan baik di lokasi itu. Produk akhirnya bisa berupa aplikasi ponsel di mana perempuan, di ponsel mereka sendiri, dapat memiliki aplikasi yang mirip dengan Google Maps atau aplikasi pencari rute lainnya di mana mereka dapat memilih rute yang mereka inginkan untuk pulang ke rumah,” jelasnya.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini