Google Search Alami Perubahan, Lindungi Pengguna dari Hoax

Hantoro, Jurnalis · Minggu 13 September 2020 11:44 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 13 16 2276979 google-search-alami-perubahan-lindungi-pengguna-dari-informasi-tidak-benar-KyhJWON7un.jpg Google Search. (Foto: Freepik)

GOOGLE Search terus mengalami perubahan pada algoritma pencariannya untuk memberikan hasil yang lebih baik, tetapi sebagian besar tetap berada di balik layar. Namun beberapa di antaranya harus dijelaskan untuk menghindari kebingungan para penggunanya.

Mengutip dari Phone Arena, Minggu (13/9/2020), Google pada Kamis kemarin mengumumkan perubahan baru yang akan hadir di mesin penelusurannya. Demikian dijelaskan dalam unggahan di blog resmi mereka The Keyword.

Baca juga: Google Search Bantu Wisatawan Selama Pandemi Covid-19 

Semua perubahan tersebut tampaknya mencerminkan situasi saat ini di dunia dalam beberapa aspek. Kemudian berupaya melindungi pengguna dari kesalahan informasi atau kabar yang tidak benar (hoax).

Perubahan pertama di daftar Google adalah peningkatan dalam pendeteksian berita terbaru. Google akan memberikan informasi dari sumber terpercaya ketika ada pengguna yang melakukan pencarian.

Google Search. (Foto: Phone Arena)

Upaya yang sama dilakukan pada Grafik Pengetahuan Google, atau mungkin lebih dikenal sebagai panel di sebelah kanan yang menampilkan informasi ringkasan tentang subjek penelusuran. Untuk memastikan pengguna mendapat informasi yang baik, Google meningkatkan kemitraannya dengan lembaga pemerintah, organisasi kesehatan, dan Wikipedia.

Kemudian Google berupaya lebih keras dalam pemeriksaan fakta, menyumbangkan USD6,5 juta untuk organisasi pemeriksa fakta dan nonprofit, serta menandai informasi pemeriksaan fakta dengan jelas di kolom Penelusuran.

Baca juga: Peneliti Temukan Nomor WhatsApp Pengguna Bocor, Tampil di Pencarian Google 

Lalu perubahan terbesar adalah yang melibatkan fitur pelengkapan otomatis Google Search. Terkait penelusuran, Google menyatakan telah "memperbaiki sistem otomatis agar tidak menampilkan prediksi jika mendeteksi bahwa kueri mungkin tidak mengarah ke konten yang dapat diandalkan".

Bagian terpenting, termasuk penelusuran terkait politik. Google akan menghapus prediksi yang dapat ditafsirkan sebagai klaim untuk atau menentang kandidat atau partai politik mana pun. Google juga akan menghapus prediksi yang dapat ditafsirkan sebagai klaim tentang partisipasi dalam pemilu —seperti pernyataan tentang metode, persyaratan, atau status lokasi pemungutan suara— atau integritas atau legitimasi proses pemilu, seperti keamanan pemilu.

Google menyoroti bahwa ini hanya menyangkut apa yang akan pengguna lihat atau lebih tepatnya tidak dilihat sebagai saran pelengkapan otomatis. Namun, tidak memengaruhi kemampuan pengguna untuk melakukan penelusuran apa pun yang diinginkan atau hasilnya.

Perubahan ini dinilai terjadi pada waktu yang sangat tepat karena pemilihan presiden Amerika Serikat semakin dekat. Apakah akan memiliki efek yang diinginkan atau tidak, mungkin hanya Google yang akan tahu.

Baca juga: Pencarian Terpopuler di Google Selama Wabah Virus Corona 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini